
Jakarta - Departemen Kajian Badan Semi Otonom di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta dan Badan Musyawarah Tahunan di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta menggelar diskusi bertajuk KTALKS X DIKSI 2.
Kegiatan ini bertujuan mengatasi permasalahan ekonomi di Indonesia, yang mana penyaluran kredit industri perbankan ke segmen usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami perlambatan pertumbuhan di tengah bayang-bayang pemburukan aset. Data Bank Indonesia (BI) mencatat kredit UMKM per Juni 2024 hanya tumbuh 5,68% secara tahunan.
Pembicara utama dalam diskusi ini, Iim Rusyamsi selaku Ketua Umum OK OCE mengatakan, data OJK menunjukkan pembiayaan UMKM secara syariah masih rendah, dengan nilai total pembiayaan syariah 7 triliun rupiah per April, atau turun 18%.
"OK OCE berfokus pada bantuan pembiayaan yang mencerminkan pertumbuhan besar perbankan syariah pada produk pembiayaan UMKM, memungkinkan UMKM untuk memiliki modal untuk menjalankan usahanya," ungkap Iim di Auditorium Gedung Ki Hajar Dewantara, Universitas Negeri Jakarta, 29 Juli 2024.
Iim berharap dengan adanya kegiatan ini, pembiayaan syariah dapat sampai ke masyarakat bawah tanpa kerumitan. Total kekayaan syariah yang mencapai 1.900 triliun rupiah (132 miliar USD), meningkat 6,8%, menunjukkan potensi integrasi dana syariah untuk perekonomian ummat.
Acara ini tidak hanya bertujuan memberikan wawasan tentang pentingnya pembiayaan syariah bagi UMKM, tetapi juga untuk menginspirasi mahasiswa dan pelaku usaha agar terus berinovasi dalam memajukan ekonomi syariah di Indonesia.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta, diharapkan solusi konkret dapat dihasilkan untuk mengatasi tantangan ekonomi yang ada.