Ikut Aspirasi Publik, Baznas RI Komitmen Tolak Donasi Terafiliasi Israel

AKM • Wednesday, 29 May 2024 - 06:17 WIB
Ketua Baznas, Prof. Dr. Noor Achmad (Istimewa)

Jakarta  - Aspirasi dan keikutsertaan banyak kalangan, termasuk muslimin pembayar zakat (muzaki), dalam gerakanglobal boikot Israel menjadi perhatian khusus bagi Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (Baznas). 

"Aspirasi pembayar zakat selalu jadi perhatian kami, termasukdalam soal boikot Israel," kata Ketua Baznas, Prof. Dr. Noor Achmad, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Noer menegaskan komitmen ini untuk menguatkan keyakinan masyarakat  pada Baznas RI dalam penyaluran donasi Palestina. 

"Kami perlu menegaskankembali komitmen ini untuk menguatkan keyakinan masyarakatyang telah menaruh kepercayaan besar pada Baznas RI dalampenyaluran donasi Palestina,” tegasnya.

Menurut Noor, posisi Baznas jelas dalam soal boikot Israel. Baznas, katanya, berpedoman pada sikap resmi pemerintah yang mengutuk genosida Israel atas Gaza serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mewajibkan umat Islam membantuperjuangan Bangsa Palestina. 

"MUI bahkan telah mengeluarkan instruksi (irsyadat) agar umatIslam tidak menggunakan produk yang diproduksi oleh perusahaan yang terafiliasi dengan Israel," katanya. 

Karena itu, Baznas memperketat syarat penerimaan donasi untuk Palestina agar langkah lembaga di kemudian hari tak sampaimelukai perasaan umat Islam dan warga dunia yang bersimpatipada nestapa Bangsa Palestina. 

"Baznas kini lebih berhati-hati," kata Noor. 

Pada April, Baznas mengumumkan menolak penyaluran donasiuntuk Palestina senilai Rp 1 miliar dari McDonalds Indonesia. Baznas menyebut keputusan tersebut sebagai respon atas "banjirkritik dan penolakan dari berbagai elemen masyarakat". 

Selain McDonalds, nama lain yang kerap disebut jadi target boikot adalah Starbucks, Nestle, Unilever, Danone dan banyaklagi brand multinasional lainnya.

Sebelumnya, menjawab instruksi MUI, Yayasan KonsumenMuslim Indonesia (YKMI), lembaga nirlaba yang aktif dalamperlindungan konsumen Muslim, mengeluarkan daftar produkyang memiliki keterkaitan erat dengan Israel. Termasuk dalamdaftar boikot tersebut adalah brand Starbucks, Danone, Nestle, Zara, Kraft Heinz, Unilever, Coca Cola Group, McDonalds, Mondelez, Burger King, dan Kurma Israel. 

Masih sekaitan itu, Noor Achmad menekankan lagi Baznas tetapaktif menerima dan menyalurkan donasi untuk Gaza. 

"Yang terjadi di Gaza adalah sebuah genosida yang takterperikan, dan ini harus kita lawan bersama dengan berbagaicara yang mungkin, termasuk boikot produk terafiliasi Israel. Ingat, di Palestina saat ini ada jutaan orang yang kelaparan dan setiap sen bantuan sangat berharga bagi mereka," katanya. 

Bersama Majelis Ulama Indonesia, Baznas menyalurkan donasidari masyarakat Indonesia untuk warga Gaza. Menurut Deputi I Baznas Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta, total penyaluran donasi dari Indonesia mencapai Rp 43,1 miliar, belum  termasuk 56,7 ton natura, per April 2024. 

Selain itu, bersama pemerintah dan pihak Yordania, Baznas juga ikut serta dalam pengiriman bantuan kemanusian ke Gaza Palestina lewat jalur udara. Bantuan bersumber dari berbagaipihak, termasuk lembaga amil zakat (LAZ), Baznasprovinsi/kabupaten/kota, donasi korporasi, donasi perorangan, dan sumbangan sekolah.