
Jakarta - Dalam rangka penyelenggaraan World Water Forum ke-10 di Bali dari tanggal 18 - 25 Mei 2024, hari ini, Kamis (16/05), Persatuan Bangsa Bangsa memberikan pemaparan tentang apa saja peranan PBB untuk mendukung Indonesia dalam forum besar tersebut. Tahun ini dengan tema Water for Shared Prosperity akan diikuti oleh sekitar 33 negara di dunia dan Indonesia menjadi tuan rumahnya.
Hadir dalam acara Ir. Medrilzam, MPE, Phd. (Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Bappenas), Siti Rachmania (Asisten Program Senior, UNESCO), Maraita Listyasari (Spesialis Water, Sanitation, and Hygiene UNICEF Indonesia) dan Ansye Sopacua (Penasihat Senior, UNDP) yang menyampaikan apa saja yang menjadi perhatian mereka bagi keberlangsungan sumber daya air bagi masyarakat Indonesia dan dunia.
Ir. Medrilzam, MPE, Phd. Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Bappenas menyampaikan misi utama dengan adanya World Water Forum ini. Yaitu menyediakan platform bagi semua pemangku kepentingan di sektor air untuk terlibat, bertukar pikiran, belajar bersama, dan mengkatalisasi ide-ide nyata untuk meningkatkan pengelolaan dan pengembangan sumber daya air. Lalu mendorong adanya pemikiran inovatif untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sumber daya air, serta memobilisasi tindakan para pengambil kebijakan dan keputusan mengenai komitmen mereka untuk meningkatkan pengelolaan dan pembangunan sumber daya air.

Ir. Medrilzam, MPE, Phd. Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Bappenas (Credit By United Nation)
Disampaikan juga oleh Ir. Medrilzam bahwa nantinya diharapkan dari forum besar ini akan ada hasil yang akan diusulkan kepada pemerintahan terkait isu-isu pengelolaan air untuk negara-negara berkembang dan kepulauan kecil, pembentukan Pusat Unggulan Ketahanan Air dan Iklim, ringkasan dari hasil beserta bagaimana tindakan konkretnya, bahkan pemaksimalan danau sebagai sumber mata air baru dengan penetapan Hari Danau Sedunia.
Badan-badan terkait yang berada dibawah naungan PBB pun akan turut serta mendukung forum ini dengan berbagai macam kegiatan berkelanjutan. Seperti yang disampaikan oleh Siti Rachmania, Asisten Program Senior, UNESCO, bahwa UNESCO memiliki misi mengatasi tantangan air di level nasional, regional, dan global dengan mendukung pengembangan masyarakat yang berkelanjutan dan tangguh serta didukung oleh jaringan Komite Nasional IHP negara-negara anggota UNESCO. Terlebih untuk Indonesia menurutnya lagi, UNESCO juga mempromosikan koordinasi multi-lembaga melalui Penelitian Ilmiah (Tata Kelola Air).

Siti Rachmania, Asisten Program Senior, UNESCO (Credit By: United Nation)
Maraita Listyasari, Spesialis WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) UNICEF Indonesia juga menyampaikan UNICEF sangat mendukung dalam persiapan World Water Forum dan turut berpartisipasi dalam kegiatan panel tingkat tinggi nantinya, melakukan promosi melalui sosial media terutama bagi anak-anak muda, dan bersama dengan pemerintah melakukan upaya upaya baik agar menjadi inspirasi bagi negara lain.

Maraita Listyasari, Spesialis WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) UNICEF Indonesia (Credit By: United Nation)
Tak hanya itu, UNDP pun memberikan dukungan yang besar pada forum ini dengan menitikberatkan pada hal yang berbeda. Ansye Sopacua, Penasihat Senior, UNDP menyampaikan UNDP melihat permasalahan air ini dari sisi human right dan responsible business, lalu mengadopsi apa yang telah dilakukan secara global untuk diaplikasikan pada Indonesia.

Ansye Sopacua, Penasihat Senior, UNDP (Credit By" United Nation)
Ansye juga menyampaikan dalam seminggu pelaksanaan World Water Forum akan ada beberapa panel seminar dan diskusi yang membahas berbagai macam masalah dan solusi untuk keberlangsungan air di dunia.

Untuk bisa mengetahui lebih lanjut tentang kegiatan World Water Forum 2024 ini bisa langsung dilihat ke laman resmi di https://worldwaterforum.org/ (*ITK)