IISM: Smelter Kembali Meledak, Negara Harus Tanggung Jawab

MUS • Saturday, 20 Jan 2024 - 17:35 WIB

Jakarta - Peneliti Indonesia Institute for Sustainable Mining (IISM) Jannus TH Siahaan menuntut negara bertanggungjawab atas ledakan smelter milik PT Sulawesi Mining Investment (SMI) di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah, Jumat (19/1/2024). 

"Negara harus ikut bertanggung jawab terhadap segala kejadian yang terjadi di industri pengolahan mineral kita, termasuk kejadian smelter yang meledak tersebut," kata Jannus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/1). 

Menurut Jannus, pemerintah tidak bisa lagi melempar kesalahan, atas terulangnya insiden ledakan smelter kepada investor. 

"Kita sudah harus berhenti terus-menerus menyalahkan orang lain, menyalahkan investor, terhadap kejadian ini karena bagaimanapun negara yang mengizinkan mereka untuk beroperasi, negara yang mengundang mereka untuk beroperasi, dan negara pula yang seharusnya bertanggung jawab dalam mengawasi kegiatan tersebut," tegas Jannus. 

Pemerintah harus melakukan investigasi yang mendalam dan menyeluruh karena kejadian ini bukanlah yang pertama kali, bahkan berulang dalam waktu sangat berdekatan.

"Sering terjadi saling lempar tanggung jawab jika ada masalah seperti ini. Maka pemerintah sebaiknya membentuk tim terpadu lintas kementerian lembaga dan melibatkan pemerintah daerah, agar proses investigasi berlangsung menyeluruh dan komprehensif. Dengan demikian hasilnya dapat diterima atau dapat mewakili masing-masing kepentingan yang terkait," jelas Jannus. 

Ia berharap pemerintah dan semua pemangku kepentingan menjadikan kejadian ini sebagai momentum untuk memperbaiki tata kelola industri pengolahan mineral 

"Konteks lebih baik bukan hanya dari segi operasional standar keselamatan dari pihak smeter saja tapi juga lebih baik dalam pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah sendiri. Jadi perbaikan itu harus dilakukan secara menyeluruh baik dari pihak perusahaan maupun dari pemerintah," pungkas Jannus.