Generasi Berkualitas, HNW: Berasal Dari Keluarga Berkualitas

AKM • Saturday, 29 Jul 2023 - 21:45 WIB

Jakarta - Wakil ketua MPR dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid - HNW meminta semua  pihak bersiap menghadapi bonus demografi menuju undonesia emas 2045 dengan memperkuat pilar keluarga yang kokoh dan kuat.

“Generasi yang tumbuh kembang dalam era dikenal dengan generasi milineal dan z dan lainnya akan tunbuh berkualitas dari keluarga yang berkuakitas, “ kata HNW, usai menghadiri Kongres Keluarga Indonesia - KKI III yang diselenggarakan DPP PKS, di Gedung Parlemen, Jakarta, Sabtu (29/7).

Menurut Hidayat, Keluarga berkualitas adalah keluarga yang secara hukum sah dan itu diatur dalam konstitusi.

“ Pihaknya sebagai partai akan mempertahankan konstitusi kita yang secara tegas menyebutkan keluarga yang baik adalah keluarga sah berdasarkam perkawainan yang sah ,” tuturnya.

Hidayat menjelaskan, tantangan keluarga berkualitas adalah globalisasi yang menghadirkan beragaam perilaku dan ideologi salah satunya adalah keluarga sejenis terkait LGBT.

“Ini menjadi tantangan global yang tidak sesuai dengan konstitusi, pancasila dan prinsip dasar UU 1945 dan merusak prinsip pembentukan dan penanaman nilai kebaikan dalam keluarga,” jelasnya.

Hidayat menegaskan, anak juga harus dapat dalam tumbuh kembang dalam generasi dari keluarga berkualitas. 

“ Jangan sampai anak-anak tunbuh kembang terkena narkoba dan buang waktu dengan game menjadi generasi yang negatif,  anti sosial, dan tidak berkualitaas,” tandasnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Anggota Komisi IX DPR RI, Mufida Kurniasih mengatakan PKS mendukung menuju Indonesia  emas dan berkontribusii bagi ketahanan keluarga di masyarakat menjadi keluarga yang baik. Karena itu, PKS juga membuat sejunlah program  diantaranya Runah keluarga, konsultan dan Program Parenting.

“Hal ini mendorong persiapan keluarga  menuju indonesia emas,” tegas Mufida.  

Namun, menurut Mufida, sejauh  ini pemerintan belum memberikan perhatian yang baik bagi ketahanan keluarga.

“ Perhatian pemerintah  masih separu-separu seperti masalah stunting. Meski dana yang besar, namun yang didapat masyarakat lebih kecil seperti untuk peningkatan  gizi dan keluarga yang masih kecil akibat lebih fokus ke masalah infrastruktur,” tandasnya.