Kursi Rotan Hasil Riset Untar, Tembus Pasar Amerika Serikat

AKM • Wednesday, 10 Jun 2026 - 11:54 WIB
Produk kursi rotan bongkar-pasang (knock-down) karya akademisi Indonesia berhasil menembus pasar Amerika Serikat (Istimewa)

Jakarta  – Produk kursi rotan bongkar-pasang (knock-down) karya akademisi Indonesia berhasil menembus pasar Amerika Serikat melalui pesanan uji coba (trial order) kedua dari perusahaan furnitur ternama, Safavieh Furniture.

Produk bernama Knock King 9 (KDC-9909) tersebut merupakan hasil riset terapan yang dikembangkan oleh Dr. Eddy Supriyatna Marizar dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Tarumanagara (Untar). Pengembangan desain dilakukan sejak 2017 dengan dukungan pendanaan riset pemerintah melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Risbang).

Menurut Eddy, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa riset akademik mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing di pasar internasional.

"Penetrasi ke pasar Amerika Serikat melalui trial order kedua ini menjadi bukti nyata bahwa riset akademik mampu menjawab kebutuhan industri global. Produk ini telah melalui berbagai penyempurnaan desain dan struktur untuk memenuhi standar pasar internasional," ujar Eddy.

Produk tersebut sebelumnya telah melalui serangkaian uji pasar dalam berbagai pameran internasional, termasuk Indonesia International Furniture Expo (IFEX) dan Trade Expo Indonesia (TEI).

Inovasi Kampus

Dekan FSRD Untar, Dr. Maitri Widya Mutiara, mengatakan pencapaian ini menunjukkan bahwa inovasi kampus dapat memberikan dampak nyata bagi dunia industri.

"Keberhasilan ekspor Knock King 9 membuktikan bahwa karya akademisi tidak berhenti di ruang penelitian, tetapi mampu menembus pasar komersial global yang sangat kompetitif," katanya.

Keberhasilan komersialisasi produk ini juga didukung oleh mitra industri, CV Blotan Asian Art yang memproduksi kursi tersebut di Cirebon. Manajemen perusahaan optimistis pasar Amerika akan membuka peluang ekspor yang lebih besar bagi furnitur rotan Indonesia.

"Trial order kedua dari buyers terkemuka ini menjadi sinyal positif bahwa pasar Amerika siap menerima produk rotan Indonesia dengan desain inovatif dan sistem knock-down yang efisien," ujar Heru Prasetyo dan Ina Tatia dari CV Blotan Asian Art.

Masuknya Knock King 9 ke pasar Amerika menjadi salah satu contoh keberhasilan hilirisasi riset perguruan tinggi yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus memperkuat daya saing furnitur Indonesia di pasar global.