
Jakarta - Belakangan ini, permainan peran (roleplay) yang dimainkan oleh anak-anak di media sosial tengah marak diperbincangkan publik. Hal itu karena peran yang dimainkan tidak sesuai dengan usia mereka.
“Anak-anak kan sebetulnya belum dewasa ya, jadi mereka pasti gak bisa berpikir soal risiko yang akan diterima. Jadi mereka akhirnya melakukan roleplay yang padahal bisa membahayakan diri sendiri,” ujar Retno Listyarti, Pemerhati Anak dan Pendidikan dalam wawancara Trijaya FM, Rabu, (21/06/2023).
Retno menambahkan, anak-anak sangat dekat dengan media sosial. Dimana segala informasi akan cepat menyebar melalui media sosial. Sehingga, anak-anak pasti akan mudah untuk menerima informasi terkait roleplay.
“Radio ini saya akui bagus untuk ngebahas permasalahan roleplay, karena bisa memberikan edukasi kepada para orang tua untuk memberikan pengawasan kepada anaknya untuk bermain media sosial," kata Retno Listyarti.(Savira)