.jpeg)
Jakarta – Pekan Imunisasi Dunia 2022 yang berlangsung setiap akhir April, mengingatkan kita mengenai pentingnya vaksinasi pada anak. Dengan tema “Long Life for all – sehatkan keluarga, lewati pandemi dengan imunisasi lengkap”, Kemenkes mengajak masyarakat untuk tetap memberikan imunisasi secara rutin kepada anak meskipun masih berada dalam situasi pandemi. Sebab, imunisasi dasar sangat penting untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, seperti TBC, Polio, tetanus, campak, rubella, dll.
Dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia, Kepala Divisi Penjualan Pemerintah Biofarma, dr. Mahsun Muhammadi, menyampaikan pentingnya imunisasi dasar pada anak dan balita. Mengingat di sekitar kita banyak penyakit berbahaya, yang bisa mematikan, menimbulkan cacat, dan sangat menular.
“Nah makanya penyakit ini sangat berbahaya, tapi sebetulnya bisa dicegah dengan cara yang mudah dan murah, yaitu dengan cara imunisasi lengkap,” ujar Mahsun dalam Trijaya Hot Topic Pagi, Rabu (20/02/2022).
Untuk menyukseskan program imunisasi, Mahsun mengatakan harus ada kolaborasi dari banyak pihak. Otoritas negara dan para ahli tidak boleh bosan mensosialisasikan pentingnya imunisasi, agar masyarakat paham dan tidak mencari informasi ke tempat yang salah.
“Soalnya nanti kalau salah pengertiannya keliru, contoh, kalau divaksin akan mandul. Nah hoax seperti itu yang harus dihindari,” jelas Mahsun.
Di masa pandemi dua setengah tahun terakhir, cakupan imunisasi nasional mengalami penurunan. Mahsun memaklumi hal ini karena fokus masyarakat adalah vaksinasi Covid-19. Namun ia berharap imunisasi dasar yang lengkap, jangan sampai dilupakan.
Perlu cara untuk membuat masyarakat tidak takut lagi datang ke puskesmas, posyandu, dan fasilitas kesehatan lain untuk melakukan imunisasi bagi anak-anaknya dan vaksinasi untuk orang dewasa.
Mahsun menjamin, vaksin merupakan upaya pencegahan yang sangat efektif dan aman. Apabila ada keraguan, orang tua harus mencari informasi ke pihak berwenang yang tepat.
“Seluruh informasi dari pemerintah dan tenaga medis agar diikuti dengan baik, karena vaksinasi adalah langkah pencegahan yang efektif, efisien dan terbukti uji klinisnya,” pungkas Mahsun. (Fad)