HUT Pramuka Keluarga Berencana, Kepala BKKBN: Bonus Demografi Harus Bisa Menjadi Bonus Kesejahteraan Rakyat

ANP • Monday, 24 May 2021 - 12:19 WIB

Jakarta – Hari ini, Satuan Karya Pramuka Keluarga Berencana genap berusia 36 tahun. Saka Kencana atau Pramuka Satuan Karya Keluarga Berencana adalah wadah kegiatan dan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan praktis dan bakti masyarakat, dalam bidang keluarga sejahtera dan pengembangan kependudukan.

Pimpinan Saka Kencana Nasional melalui sangga kerja menggelar acara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Pramuka Saka Kencana dengan rangkaian kegiatan lomba (online) se-Indonesia, donor darah sampai dengan bakti sosial kepada masyarakat serta Talk Show NGOPI (Ngobrol Inspiratif) hari puncak HUT yang membahas seputar peran pramuka/pemuda dalam menurunkan angka stunting di Indonesia sampai dengan bagaimana inovasi pemuda dalam pembangunan.

Dalam momentum ini diharapkan Pramuka Saka Kencana mampu merevitalisasi diri dengan mengikuti perkembangan era digital serta mampu menjadi role model dalam Gerakan Pramuka untuk mempersiapkan perencanaan kehidupan yang lebih baik. Momentum tersebut juga diharapkan bisa membangun semangat generasi muda dalam berkarya ditengah pandemi Covid-19 yang masih berlansung hingga saat ini serta dapat memupuk silahturahmi yang erat dan semangat yang kokoh demi kemajuan pembangunan kualitas penduduk Indonesia dari semua segmen kehidupan.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menjelaskan, bonus demografi harus bisa ditransformasikan menjadi bonus bagi kesejahteraan masyarakat. Untuk itu menurutnya, harus dilakukan kerjasama antara  Satuan Karya Pramuka Keluarga Berencana dengan masyarakat.

"Adik-adik saya, kakak pembina dan seluruh anggota pramuka harus bahu membahu mewujudkan pembangunan kependudukan dan keluarga berencana. Bonus demografi ditransformasikan bonus kesejahteraan buruh generasi muda saka kencana. Kerjasama dengan masyarakat," tegas Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, saat memberikan sambutan secara daring HUT ke 36 Satuan Karya Pramuka Keluarga Berencana, di Jakarta, Senin (24/5/2021).

Selain itu, Kepala BKKBN juga ingin Satuan Karya Pramuka Keluarga Berencana dapat mengerjakan anjuran Presiden Jokowi yaitu, menurunkan angka stunting sebesar 14 persen di tahun 2024. Menurutnya, pencegahan itu dapat dilakukan dengan menyiapkan calon keluarga yang berkualitas. Ia menegaskan, untuk tidak menjadi stunting atau dikoreksi itu diseribu hari kehidupan pertama. Sehingga ketika bayi lahir sampai 2 tahun ini masih bisa dilakukan modifikasi, intervensi supaya tidak bisa menjadi stunting.

"Anjuran Presiden angka stunting di 2024 harus turun 14 persen, harus bisa dikerjakan. Cegah stunting dengan menyiapkan calon keluarga berkualitas," katanya.

Hasto juga mengucapkan Hari Ulangtahun ke 36 Satuan Karya Pramuka Keluarga Berencana dan berharap gerakan pramuka tetap semangat inovatif dan kreatif.

"Selamat HUT ke 36 Satuan Karya Pramuka Keluarga Berencana, BKKBN tentu semangat dan kami antusias sangat antusias untuk kerja saka kencana bagian partisipasi BKKBN. Saka Kencana Bangkit, Saka Kencana Berdaya, Untuk Indonesias, pas dengan semangat BKKBN," ujarnya.

Dalam rangka pembinaan remaja sebagai upaya penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, BKKBN menggandeng dan bekerja sama dengan berbagai pihak yang strategis dalam mencapai tujuan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Salah satunya adalah melalui gerakan Pramuka melalui Satuan Karya Keluarga Berencana (Saka Kencana).

Donor Darah

Tahun 2021 ini Saka Kencana telah memasuki usianya yang ke 36 tahun, untuk memperingatinya Saka Kencana telah dan akan melakukan beberapa rangkaian kegiatan diantaranya: Kegiatan Lomba (video kreasi, poster dan TikTok Challenge; Kegiatan donor darah (diikuti setiap provinsi) dan Puncak Peringatan HUT ke-36 Pramuka Saka Kencana. 

Ketua Pelaksana HUT ke-36 Pramuka Saka Kencana, Aditya Barnes A.S menjelaskan, “Kita sudah melakukan beberapa rangkaian kegiatan, dimulai tanggal 9 Mei melalui sosialisasi KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) yang dilaksanakan di sanggar kencana secara online dan offline kemudian di tanggal 10 Mei mulai dilakukan perlombaan dan akan ditutup 21 Mei,” jelas Barnes pada pelaksanaan donor darah di halaman parkir Kantor Pusat BKKBN, Kamis (20/05/2021).

Dalam kegiatan donor darah kali ini Aditya Barnes Aryasatya menyampaikan akan menargetkan dapat memperoleh minimal 50 orang peserta donor. Menurutnya kegiatan ini sebagai upaya Saka Kencana untuk memberikan dedikasinya bagi negeri dan juga kemanusiaan. Saka Kencana meliputi 5 krida yaitu: Krida Kependudukan, Krida Kesehatan Reproduksi, Krida Generasi Berencana (GenRe), Krida Ketahanan Keluarga dan Krida Promosi dan KIE.

Aditya Barnes Aryasatya menambahkan, “Puncak perayaan HUT Saka Kencana ke-36 sekaligus juga pengumuman bagi pemenang lomba kreasi akan diselenggarakan pada tanggal 24 Mei 2021 secara online dan offline di Sanggar Bakti Pramuka Saka Kencana Nasional bumi perkemahan Wiladatika, Cibubur-Jakarta Timur,” tambah Barnes.

Pramuka Saka Kencana adalah wadah kegiatan dan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan praktis dan bakti masyarakat, dalam bidang keluarga sejahtera dan pengembangan kependudukan. Sarana dan wahana guna memupuk, mengembangkan, membina dan mengarahkan minat dan bakat generasi muda dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja (PKBR).

Aditya Barnes Aryasatya mengungkapkan, “Dalam rangka mendukung program Bangga Kencana selama ini  Saka Kencana secara rutin telah melakukan sosialisasi pada remaja dan generasi muda, bakti sosial dan kedepannya juga akan kolaborasi dengan satuan karya lainnya dalam bentuk pelatihan gabungan, sharing informasi maupun study banding,” pungkas Barnes. (ANP)