Presiden Harus Maksimalkan Peran TNI Dalam Penanganan Bencana Nasional Covid-19

Mus • Wednesday, 15 Apr 2020 - 11:53 WIB

Jakarta - Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI Abdul Kharis Almasyhari meminta Presiden Jokowi untuk memaksimalkan semua sumber daya negara, salah satunya TNI, dalam mengatasi nencana nasional Covid-19. Dalam undang-undang No 34 Tahun 2004, disebutkan TNI dapat berperan secara optimal untuk mengatasi bencana yang termasuk dalam kategori Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

"Berdasarkan UU, TNI dapat dikerahkan oleh pemerintah untuk menanggulangi dan mengantisipasi penyebaran wabah COVID-19, yang semakin merebak di tanah air. Mengingat karakteristik penyakit yang bersifat lintas batas negara," jelas Kharis dalam keterangan tertulisnya yang diterima MNCtrijaya.com di Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Kharis menambahkan kondisi penanganan covid-19 bisa mencapai level darurat yang menyebabkan kekacauan yang tidak bisa lagi diatasi kepolisian. Jika bencana nasional ini semakin tidak terkendali, TNI harus disiapkan sebelum pandemi menjadi kenyataan pahit yang harus dihadapi.

“Tahun 2020 diperkirakan Tentara Nasional Indonesia yang aktif hanya 400.000, Polri 470.700 aktif sedangkan penduduk Indonesia tahun 2020 sekitar 269,6 juta dan data lain jumlah dokter umum 33.500 orang, perawat 105.147 orang. Artinya Setiap 1 personil TNI-Polri mencover 573 orang penduduk dan 1 Dokter/Perawat menangangi 1.944 orang penduduk, saya mendorong agar ini semua siap 100% digunakan bila tiba waktunya agar bencana nasional ini dapat teratasi dengan baik,” jelas  Anggota DPR asal fraksi PKS ini.

Anggota DPR RI asal Solo ini juga mengapresiasi semua yang sudah dilakukan Panglima TNI dan anggota TNI di seluruh Indonesia yang bahu membahu bersama Polri dan semua elemen medis maupun masyarakat dalam upaya mengatasi Bencana nasional Covid-19.

"Hormat saya untuk TNI di seluruh Indonesia yang menunjukkan pengabdian luar biasa, diawali dari observasi di Natuna, Kepulauan Riau, membuat rumah sakit di Pulau Galang, mengambil APD dari Shanghai, hingga menurunkan tenaga medis dan membuat rumah sakit-rumah sakit militer sehingga siap menangani pasien Covid-19. Itulah kontribusi nyata yang luar biasa. Sistem di rumah sakit darurat Wisma Atlet tidak akan bisa berjalan tanpa kehadiran tenaga-tenaga medis militer. Masyarakat melihat bagaimana Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan segenap jajarannya berupaya keras di berbagai lini tanpa henti, mengaktifkan ratusan RS TNI dan sebagainya. Serta kepada KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa juga telah memerintahkan jajaran RS TNI AD membangun tenda lapangan dan ruang isolasi. Namun ingat  pertempuran ini belum selesai kita harus siapkan nafas panjang untuk mengatasi bersama hingga tuntas," tutup Kharis. (Akm)