
Jakarta - Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA) bersama Center for Internal Audit Studies (CIAR) resmi menutup rangkaian kegiatan Professional Recognition Program for Qualified Government Internal Auditor (PRP for QGIA). Acara ini menegaskan pentingnya transformasi peran auditor internal pemerintah dari sekadar pemeriksa kepatuhan menjadi pencipta nilai publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Ketua Umum YPIA, Setyanto P. Santosa, dalam sambutan penutupannya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pimpinan instansi pemerintah, narasumber, fasilitator, Dewan Sertifikasi QGIA, serta para peserta yang telah menyelesaikan program dengan penuh kesungguhan. Namun, ia mengingatkan bahwa perolehan sertifikat QGIA bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari tanggung jawab profesional yang sesungguhnya.
"Jangan menganggap bahwa tugas Saudara telah selesai hanya karena telah memperoleh pengakuan profesional QGIA. Justru pekerjaan yang sesungguhnya baru dimulai. Nilai seorang auditor internal pemerintah yang berkualitas tidak diukur dari sertifikat yang dimilikinya, tetapi dari kepercayaan yang dibangunnya, risiko yang berhasil dicegahnya, dan manfaat yang diciptakannya bagi masyarakat," kata Setyanto.
Lima Pesan Strategis untuk Auditor Masa Depan
Dalam kesempatan tersebut, Setyanto menggarisbawahi lima pesan penting yang harus diimplementasikan oleh para auditor internal setelah kembali ke instansi masing-masing:
Orientasi Efisiensi dan Efektivitas Anggaran: Pengawasan internal merupakan pilar keberhasilan tata kelola pemerintahan. Auditor tidak boleh hanya fokus pada jumlah temuan audit, melainkan harus memastikan anggaran negara digunakan secara efisien, program berjalan efektif, dan sasaran pembangunan tercapai demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Keseimbangan Integritas dan Kompetensi: Profesionalitas auditor wajib dibangun di atas fundamen etika, independensi, objektivitas, professional skepticism, serta keberanian menyampaikan kebenaran. Kompetensi tanpa integritas tidak akan melahirkan kepercayaan, begitu pula sebaliknya.
Kesiapan Menghadapi Standar Global: Transisi menuju Global Internal Audit Standards (GIAS) harus dijadikan momentum emas untuk meningkatkan kualitas fungsi audit internal, memperkuat independensi, dan mematangkan perencanaan audit berbasis risiko secara berkelanjutan.
Antisipasi Risiko Masa Depan:
Menghadapi era kecerdasan buatan (AI), cybersecurity, dan digitalisasi pemerintahan, auditor internal tidak boleh gagap teknologi. Peran auditor harus bergerak dari sekadar mendeteksi apa yang telah terjadi (watchdog) menuju kemampuan mengantisipasi apa yang mungkin terjadi ke depan.
Penciptaan Nilai Publik (Public Value Creator):
Esensi utama dari perubahan peran auditor adalah menjadi trusted advisor dan strategic insight generator yang berkontribusi pada terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Empat Langkah Nyata untuk Peserta
Setyanto juga menitipkan empat instruksi konkret bagi para lulusan PRP for QGIA untuk segera dieksekusi di tempat kerja mereka.
Pertama, melakukan evaluasi mendalam terhadap praktik pengawasan internal yang berjalan untuk memetakan area perbaikan.
Kedua, melakukan transfer pengetahuan kepada rekan sejawat dan pimpinan agar ilmu tidak berhenti di ruang pelatihan.
Ketiga, mengidentifikasi minimal satu atau dua area pengawasan yang bisa segera dioptimalkan menggunakan pendekatan audit berbasis risiko, pencegahan fraud, atau pemanfaatan teknologi.
Keempat, membangun komunikasi konstruktif dengan pimpinan organisasi agar mampu menjadi mitra strategis dalam mencapai tujuan instansi.
Lebih lanjut, Setyanto menekankan bahwa keberhasilan pengembangan kompetensi ini tidak bisa dibebankan kepada peserta saja. Organisasi dan pimpinan instansi harus proaktif memberikan ruang, dukungan, serta kesempatan bagi para pemegang gelar QGIA untuk mengaktualisasikan ilmunya.
Di akhir sambutannya, Setyanto menegaskan komitmen YPIA melalui CIAR bersama Dewan Sertifikasi QGIA untuk terus mengawal pergerakan ini dengan memperbarui kurikulum, memperkuat sistem sertifikasi, dan membangun jejaring profesional QGIA. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan komunitas auditor pemerintah Indonesia yang kokoh, berani, berintegritas, dan terpercaya demi memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih baik.