Luluskan 30 Fellows Batch II, Saraswati Fellowship Perluas Ekosistem Kepemimpinan Perempuan Indonesia

ANP • Saturday, 7 Nov 2026 - 22:12 WIB

Jakarta – Saraswati Fellowship, program mentorship kepemimpinan perempuan yang diinisiasi oleh Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di bawah naungan Shandri Foundation, resmi menggelar Graduation Batch II pada Sabtu (7/11/2026) di Museum Nasional, Jakarta Pusat. Momentum ini menandai kelulusan 30 fellows angkatan kedua yang telah menyelesaikan rangkaian program intensif selama tiga bulan.

Antusiasme terhadap program ini tercermin dari jumlah pendaftar Batch II yang mencapai 473 orang. Dengan demikian, total pendaftar Saraswati Fellowship sejak Batch I hingga Batch II diperkirakan telah melampaui 973 orang. Pada angkatan kedua ini, program menghadirkan 11 Super Mentors dari delapan sektor dan industri, mencerminkan pendekatan mentorship lintas bidang untuk memperluas perspektif dan kapasitas kepemimpinan para fellows.
Inisiator Saraswati Fellowship, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang akrab disapa Sara, menyampaikan bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan sosok perempuan hebat. Beberapa di antaranya hadir dalam acara tersebut, termasuk Super Mentors Retno Marsudi dan Shinta Kamdani.

“Indonesia tidak kekurangan perempuan hebat. Di antara mereka, hadir di tengah kita Ibu Retno Marsudi dan Ibu Shinta Kamdani. Ada pula sosok yang mungkin tidak dikenal secara langsung oleh banyak orang, tetapi namanya tidak asing bagi sebagian orang. Izinkan saya menyampaikan rasa hormat dan cinta saya kepada ibu kandung saya, Ibu Anie Hashim Djojohadikusumo. Jika orang melihat siapa Sara hari ini, saya adalah ‘produk’ dari didikan dan cinta kasih seorang perempuan hebat, yaitu Ibu Anie,” ungkap Sara dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Sara menekankan bahwa perempuan hebat tidak tumbuh dalam ruang hampa, melainkan membutuhkan dukungan dan lingkungan yang memungkinkan mereka berkembang. 

“Saya sangat menyadari bahwa perempuan hebat lahir dari support system dan lingkungan yang mendukung pertumbuhannya. Untuk itulah Saraswati Fellowship hadir, yaitu untuk menciptakan kesempatan dan membangun support system tersebut sebagai respons terhadap realitas sosial. Banyak perempuan muda Indonesia memiliki potensi besar, tetapi belum mendapatkan akses yang setara terhadap mentor, sumber daya, dan ruang pengembangan kepemimpinan. Di sinilah Saraswati Fellowship mengambil peran. Kita perlu menghadirkan lebih banyak visual references, yaitu sosok-sosok perempuan yang dapat menjadi contoh nyata bahwa perempuan mampu mengambil peran dan memberikan kontribusi di berbagai bidang,” lanjut Sara, yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI.

Dalam kesempatan yang sama, Sara juga menekankan bahwa upaya mendorong keterwakilan dan kesetaraan gender membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk laki-laki, sebagai bagian dari perubahan.

“Kita membutuhkan lebih banyak pihak dan pemangku kepentingan yang terlibat untuk menjadi jembatan dan bagian dari perubahan itu. Bukan hanya women support women, tetapi juga men support women. Super Mentor kita tidak hanya perempuan, tetapi juga banyak laki-laki. Salah satunya Bapak Dony Oskaria, COO BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, yang hari ini berhalangan hadir. Kita doakan bersama. Beliau sebenarnya sangat ingin hadir dan menitipkan salam untuk adik-adik fellows, para tamu undangan, dan rekan-rekan media,” ucapnya.

Salah satu Super Mentor Saraswati Fellowship, Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia periode 2014–2024 dan Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Isu Air, turut menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut.

“Awal tahun ini saya hadir persis di ruangan ini sebagai undangan. Setelah Graduation Batch I, Mba Sara menelepon dan meminta saya menjadi Super Mentor. Tanpa berpikir dua kali, saya langsung mengatakan yes. Saya pribadi sangat mendukung program yang mendorong peningkatan kapasitas dan perkembangan perempuan, women support women,” ungkap Retno.

Lebih lanjut, Retno menekankan pentingnya perubahan sistemik untuk memperluas ruang kepemimpinan perempuan, sekaligus mendorong para fellows agar terus berjuang dan membuka kesempatan bagi perempuan lainnya.

“Kita tidak bisa hanya meminta perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas dirinya. Kita juga harus mengubah sistem dan membuka lebih banyak ruang bagi perempuan untuk memimpin. Artinya, kita memerlukan lebih banyak perempuan yang berada di posisi pengambilan keputusan. Di sanalah kesempatan untuk memengaruhi kebijakan, mengubah sistem, dan memperbaiki keadaan terbuka lebih luas. Pesan saya untuk adik-adik fellows, latar belakang kalian tidak menentukan masa depan. Terkadang, menyerah memang terlihat lebih mudah, tetapi ingatlah bahwa setiap pencapaian besar dimulai dari keberanian untuk terus berjuang. Ketika kalian nanti sudah berhasil, bukalah pintu bagi perempuan-perempuan lainnya. That is what this fellowship is all about,” tutup Retno.
Chair Shandri Foundation, Andika Prasetya, menyampaikan komitmen yayasan untuk terus memperluas akses pengembangan kapasitas dan mentorship bagi generasi muda Indonesia melalui Saraswati Fellowship.

“Kami ingin terus menjadi basis dukungan yang mempertemukan tokoh-tokoh inspiratif dengan anak-anak muda yang memiliki semangat untuk berkembang dan membawa perubahan. Pada 2027, kami berencana menghadirkan tiga batch Saraswati Fellowship serta melibatkan lebih banyak tokoh dan mentor agar semakin banyak anak muda Indonesia mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang. Selain itu, kami juga akan memperkenalkan Seed Program yang berfokus pada pengembangan investasi dan pemagangan virtual bagi mahasiswa tingkat akhir, guna mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja di tengah perkembangan teknologi, termasuk AI,” ujar Andika.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah Super Mentor Saraswati Fellowship, yaitu Retno Lestari Priansari Marsudi (Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air dan Menteri Luar Negeri RI periode 2014–2024), Shinta Widjaja Kamdani (CEO Sintesa Group dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia/APINDO), Farina Situmorang (Anggota Dewan Komisaris PT Bank CIMB Niaga Tbk), Ferro Ferizka Aryananda (Chief of Staff to the Chairman of the Presidential Advisory Council/WANTIMPRES, Founder Pijar Global Trust, dan Chairman Pijar Foundation), serta Tamara Gondo (CEO dan Co-Founder Liberty Society).

Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat publik dan pemimpin industri, di antaranya Prof. Stella Christie, Ph.D. (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI), Anthony Sondakh (Siloam Hospitals Representative), Andhi Anggoro (Department Head Corporate Secretary BRI), serta Anie Djojohadikusumo (Founder WADAH Foundation).

Menutup rangkaian acara, Sara menegaskan bahwa Graduation Batch II bukanlah akhir dari perjalanan Saraswati Fellowship, melainkan awal dari babak baru dalam pengembangan program. Ke depan, Saraswati Fellowship akan memasuki persiapan Batch III dengan harapan dapat terus memperluas jangkauan, meningkatkan skala program, serta menghadirkan dampak dan manfaat yang lebih besar bagi perempuan muda Indonesia di berbagai daerah.