
Jakarta – Ikatan Laboratorium Kesehatan Indonesia (ILKI) secara resmi melantik Pengurus Pusat periode 2025–2029 di Prodia Tower, Jakarta, pada Sabtu (7/11). Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH.
Momentum ini menandai langkah penting bagi ILKI untuk memperkuat kontribusinya dalam mendongkrak kualitas pelayanan laboratorium kesehatan di Indonesia, sekaligus mengambil peran yang lebih progresif dalam mendukung agenda transformasi kesehatan nasional.
Dalam sambutannya, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH, memaparkan bahwa Kementerian Kesehatan saat ini tengah berfokus pada percepatan enam pilar Transformasi Kesehatan. Dari pilar-pilar tersebut, Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer menjadi salah satu fondasi utama yang ditopang secara erat oleh Transformasi Teknologi Kesehatan.
Ia menegaskan bahwa laboratorium kesehatan jauh melampaui fungsi fasilitas penunjang medis semata; fasilitas ini merupakan benteng utama diagnostik sekaligus garda depan sistem kewaspadaan dini kesehatan masyarakat. Keputusan klinis yang akurat, pencegahan penyakit yang presisi, hingga respons cepat terhadap ancaman penyakit menular maupun tidak menular sangat bergantung pada kualitas dan ketepatan layanan laboratorium.
Guna memperkuat pelayanan kesehatan primer dan komunitas, integrasi jejaring laboratorium kesehatan—mulai dari Puskesmas, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), hingga laboratorium swasta dan mandiri—menjadi kunci utama. Hal ini krusial untuk memastikan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia dapat mengakses layanan diagnostik yang bermutu, cepat, dan terjangkau.
Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan menitipkan tiga harapan besar kepada Pengurus Pusat ILKI yang baru dilantik:
Memperkuat Sinergi dan Standardisasi Mutu Pelayanan: ILKI diharapkan terus membina dan mengawal laboratorium kesehatan anggota agar senantiasa memenuhi standar mutu, keselamatan pasien, serta persyaratan akreditasi yang berlaku.
Mendorong Inovasi dan Integrasi Teknologi: ILKI diharapkan turut mendorong interoperabilitas data laboratorium medis dengan platform digital kesehatan nasional SATUSEHAT, guna mewujudkan integrasi data kesehatan Indonesia yang akurat dan real-time.
Memperkuat Jejaring Laboratorium Kesehatan: ILKI dapat berkolaborasi aktif dengan pemerintah dalam meningkatkan kapasitas laboratorium di tingkat primer, komunitas, serta rujukan, sehingga deteksi dini penyakit dapat dilakukan lebih cepat dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat ILKI periode 2025–2029, Dr. dr. Purwanto, Sp.PK, Subsp. N.R (K), menyampaikan bahwa ILKI mengemban tanggung jawab besar dalam membimbing serta mendongkrak kapasitas para anggotanya.
Tanggung jawab tersebut mencakup pendampingan pendirian laboratorium, pelaksanaan akreditasi, konsultasi manajemen laboratorium, hingga pembinaan pelaksanaan pemantapan mutu internal dan eksternal laboratorium.
Ia berharap kepengurusan baru ini dapat menjadi wadah yang andal dalam menampung serta memperjuangkan aspirasi anggota. Selain itu, kepengurusan ini juga ditargetkan untuk berpartisipasi aktif membantu pemerintah dan masyarakat, serta membangun kerja sama erat dengan organisasi lain yang memiliki bidang dan tujuan sejenis.
Untuk menakhodai organisasi selama empat tahun ke depan, Dr. Purwanto memaparkan sejumlah strategi utama: membangun jajaran pengurus yang visioner, mengembangkan cabang-cabang ILKI di berbagai wilayah Indonesia, memberdayakan seluruh pemangku kepentingan dan anggota, serta memelihara, mempertahankan, sekaligus mengembangkan kemampuan manajerial para pimpinan laboratorium klinis.
Seminar Ilmiah: Akselerasi dan Inovasi Teknologi Laboratorium
Sebagai bagian dari rangkaian acara, pelantikan ini juga diisi dengan seminar ilmiah bertema “Akselerasi Transformasi Teknologi Laboratorium Kesehatan: Peran Strategis ILKI dalam Mendorong Inovasi dan Implementasi Teknologi.”
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber kompeten, yaitu: dr. Amiroh Kurniati, M.Kes, Sp.PK, Subsp. I.K (K), dr. Budiman Kharma, MSc, PhD, Sp.PK, Dr. Miswar Fattah, M.Si.
Kegiatan ilmiah ini menarik antusiasme sekitar 400 peserta—baik yang hadir secara luring maupun daring—yang terdiri dari para profesional laboratorium kesehatan serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pelayanan kesehatan.
Melalui forum ini, para peserta diajak bertukar pengetahuan dan berdiskusi mendalam mengenai perkembangan teknologi laboratorium terkini, inovasi diagnostik, serta berbagai tantangan dan peluang dalam mengimplementasikannya demi mendongkrak mutu pelayanan laboratorium kesehatan di tanah air.
ILKI sebagai Mitra Strategis Transformasi Kesehatan Indonesia
Melalui kepengurusan periode 2025–2029, ILKI diharapkan mampu memperkokoh posisinya sebagai asosiasi dan wadah pembinaan yang efektif dalam menjembatani kepentingan anggota, pemerintah, serta para pemangku kepentingan industri dan layanan kesehatan.
Perlu disadari bahwa transformasi teknologi laboratorium tidak hanya bertumpu pada ketersediaan perangkat diagnostik yang inovatif. Keberhasilannya turut ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia, standardisasi mutu, tata kelola laboratorium yang prima, serta integrasi sistem informasi kesehatan yang solid.
Dilandasi semangat kolaborasi dan inovasi, ILKI secara konsisten menyelenggarakan kegiatan continuing professional development. Organisasi ini berkomitmen untuk terus mengambil bagian terdepan dalam membangun ekosistem laboratorium kesehatan Indonesia yang berkualitas, terintegrasi, adaptif terhadap kemajuan teknologi, serta andal dalam menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.