Universitas Ciputra Jakarta Gelar ICOEN XIII 2026, 197 Peserta dari Empat Negara Bahas Kewirausahaan Berkelanjutan

AKM • Wednesday, 4 Nov 2026 - 21:59 WIB
Sebanyak 197 peserta dari empat negara berkumpul dalam International Conference on Entrepreneurship (ICOEN) XIII 2026 yang diselenggarakan di Universitas Ciputra Jakarta

JAKARTA – Sebanyak 197 peserta dari empat negara berkumpul dalam International Conference on Entrepreneurship (ICOEN) XIII 2026 yang diselenggarakan di Universitas Ciputra Jakarta, pada 4–6 November 2026. Konferensi internasional ini menjadi ruang pertemuan akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pelaku usaha untuk membahas masa depan kewirausahaan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Penyelenggaraan ICOEN XIII 2026 sekaligus menandai pengalaman pertama Universitas Ciputra Jakarta menjadi tuan rumah konferensi internasional tersebut. Dalam pelaksanaannya, panitia menerima 197 makalah yang menjadi bagian dari pertukaran gagasan dan hasil penelitian mengenai berbagai aspek kewirausahaan.

Konferensi ini juga melibatkan enam institusi mitra, yaitu Universiti Sains Malaysia (USM), Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Sugeng Hartono, Universitas Nusantara PGRI, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah, serta Southeast Asia Research Academy.

Kolaborasi lintas institusi tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring akademik, membuka peluang penelitian bersama, serta mendorong pengembangan publikasi ilmiah di tingkat internasional.

Mengusung tema “Entrepreneurship for the Sustainable Development Goals (SDGs): Driving Inclusive and Impact-Oriented Innovation”, ICOEN XIII 2026 menempatkan kewirausahaan sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Pembahasan dalam konferensi diarahkan pada bagaimana inovasi bisnis dapat menciptakan dampak positif yang lebih luas, termasuk memperbesar kesempatan ekonomi, memperkuat kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Generasi Wirausaha

Dalam sambutan pembukaan, Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Deputi Pendampingan Inovasi dan Keberlanjutan Usaha, Adi Daen Fahmi, yang hadir mewakili Kementerian UMKM Republik Indonesia, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak generasi wirausaha yang inovatif dan mampu menciptakan peluang kerja.

“Kami berharap kampus menjadi tempat lahirnya wirausaha muda inovatif yang mampu menciptakan lapangan kerja. Sejumlah inisiatif Universitas Ciputra menunjukkan potensi untuk melahirkan wirausaha yang berkontribusi terhadap pencapaian SDGs,” ujar Adi.

Selain mendorong lahirnya wirausaha baru, konferensi ini turut membahas tantangan yang dihadapi pelaku usaha di tengah perkembangan teknologi, perubahan perilaku pasar, dan persaingan global. Kemampuan beradaptasi dinilai menjadi salah satu faktor penting agar bisnis dapat mempertahankan keberlanjutan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

Orientasi Kewirausahaan

Ketua Panitia ICOEN XIII 2026, Dr. Andrea Gideon, S.E., M.M., M.Psi., mengatakan bahwa orientasi kewirausahaan perlu berkembang melampaui pencapaian keuntungan dan pertumbuhan perusahaan.

Menurutnya, bisnis juga perlu memiliki kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

“Kami percaya bahwa kewirausahaan masa depan tidak cukup hanya berbicara tentang bagaimana membangun bisnis yang besar dan menguntungkan. Kewirausahaan juga harus mampu memberikan solusi bagi persoalan masyarakat dan lingkungan,” ujar Andrea.

Melalui forum akademik tersebut, penyelenggara juga berupaya mempertemukan hasil penelitian dengan kebutuhan nyata dunia usaha. Berbagai pembahasan mengenai inovasi, transformasi digital, dan manajemen bisnis berkelanjutan diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usahanya.

Di sisi lain, interaksi antara peneliti dan praktisi diharapkan memberikan gambaran lebih konkret mengenai tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Dengan demikian, penelitian yang dikembangkan perguruan tinggi dapat lebih relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Bagi kalangan akademisi, ICOEN XIII 2026 juga menjadi kesempatan untuk memperluas kolaborasi lintas negara, bertukar hasil penelitian, serta membangun peluang kerja sama dalam pengembangan ilmu kewirausahaan.

Andrea berharap rangkaian konferensi ini dapat menghasilkan tindak lanjut yang memberikan manfaat di luar lingkungan akademik.

“Harapan kami, konferensi ini tidak berhenti pada diskusi akademik, tetapi dapat melahirkan kolaborasi, gagasan, dan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pencapaian SDGs,” kata Andrea.

Melalui penyelenggaraan ICOEN XIII 2026, Universitas Ciputra Jakarta menghadirkan ruang kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membahas pengembangan kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan. Hasil pertukaran pengetahuan dalam konferensi ini diharapkan dapat menjadi salah satu kontribusi akademik dalam mendorong inovasi bisnis yang memiliki dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan.

​​​​​​​