Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

MUS • Monday, 2 Nov 2026 - 22:49 WIB

Jakarta - Penanaman pohon menjadi salah satu upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memulihkan vegetasi lokal. Agar hasilnya bertahan, penanaman perlu dilakukan bersama masyarakat dan dipantau secara berkala.

Hal inilah yang dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melalui PNM Peduli dalam program Green Impact. Program ini berfokus pada penghijauan, pelestarian vegetasi lokal, dan pemulihan ekosistem, serta bekerja sama dengan komunitas lokal, pengelola kawasan, pemerintah desa, dan instansi terkait.

Melalui program tersebut, PNM menanam 5.850 bibit pohon endemik di tujuh wilayah, yaitu Malang, Semarang, Banyuwangi, Magelang, Banjarnegara, Aceh, dan Subang. Jenis tanaman yang ditanam adalah pinus, cemara, edelweis, anggrek gunung, saninten, puspa, picis atau brasan, dan beringin.

Pemilihan jenis tersebut menjaga keberagaman vegetasi lokal dan mendukung keseimbangan ekosistem di kawasan penanaman.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, program ini menjadi bagian dari upaya PNM menjaga kelestarian lingkungan bersama masyarakat. Baginya, keberhasilan penghijauan diukur dari pertumbuhan tanaman dan manfaatnya bagi lingkungan, bukan dari jumlah bibit yang ditanam.

“Penghijauan baru berhasil bila tanaman tumbuh dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Karena itu, kami memilih jenis tanaman endemik untuk menjaga keberagaman vegetasi lokal, bekerja bersama komunitas, pengelola kawasan, dan pemerintah desa, serta melakukan monitoring secara berkala,” ujar Kindaris.

Penanaman ini menjadi bagian dari rangkaian Green Impact 7 Summit Attack PNM 2026. Dalam rangkaian tersebut, Insan PNM menaklukkan sejumlah puncak tertinggi di Indonesia dan menanam bibit pohon di lereng gunung yang didaki. Selain mendaki, kegiatan ini diwujudkan dalam aksi pelestarian lingkungan di setiap lokasi.

Di Banyuwangi, penanaman dilakukan di lereng Gunung Raung setinggi 3.344 mdpl, tepatnya di Dusun Wonorejo, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, Jawa Timur. PNM menanam 1.000 bibit pohon, terdiri dari 500 bibit cemara, 200 bibit durian, dan 300 bibit alpukat.

Penanaman ini diharapkan membantu menjaga sumber air alami, mendukung fungsi kawasan resapan air, dan mempertahankan keseimbangan ekosistem serta habitat flora dan fauna endemik. Pohon durian dan alpukat juga diharapkan memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar bila dikelola secara berkelanjutan.

Di Banjarnegara, PNM menyalurkan 500 bibit pohon endemik untuk ditanam di kawasan Gunung Prau melalui Ceremonial Penanaman Pohon di Basecamp Dwarawati, Desa Dieng Kulon, Kamis (22/10).

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjarnegara Herrina Indri Hastuti, menyebut pohon yang ditanam berperan menjaga ketersediaan air tanah, mencegah erosi, menyerap emisi karbon, dan menyediakan oksigen.

Menurutnya, dampak penanaman baru terlihat dalam beberapa tahun ke depan, sehingga perawatan dan pemantauan menjadi bagian penting. Sementara itu, Resya menyampaikan penyaluran 500 bibit tersebut menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan PNM menjaga lingkungan.

Pemantauan dilakukan setiap enam bulan sekali di seluruh wilayah penanaman. PNM memantau perkembangan tanaman, mengevaluasi kondisi di lapangan, dan memastikan program berjalan berkelanjutan. Dengan pemantauan ini, PNM menilai keberhasilan program dari pertumbuhan tanaman dan manfaat yang dihasilkan bagi lingkungan dan masyarakat.

Selain menjaga tutupan vegetasi dan mendukung keanekaragaman hayati, program ini diharapkan meningkatkan keterlibatan nasabah PNM dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Keterlibatan tersebut dibangun melalui pelaksanaan penanaman bersama komunitas lokal dan pemerintah desa.

Mengusung hastag #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa tahun lalu bertajuk #CariTauLangkahBaru demi memperluas dampak dan membina nasabah unggulan agar semakin berkembang.