
Genre: Drama, Komedi
Sutradara: Kim Do-young (terkenal lewat film Kim Ji-young: Born 1982)
Pemeran: Choi Min-sik (sebagai Kim Gi-ho) & Han So-hee (sebagai Lee Seon-u / Sun-woo)
Durasi: 2 jam 12 menit
Distributor: Warner Bros. Indonesia
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 30 Oktober 2026
The Intern (2026), versi remake Korea dari film orisinal Hollywood 2015 karya Nancy Meyers, sukses menyuguhkan refleksi yang jauh lebih segar (refreshing) dan sangat relevan (relatable) dengan dinamika dunia kerja modern saat ini.
Disutradarai oleh Kim Do-young, The Intern tidak sekadar memindahkan latar cerita ke sebuah startup mode bernama Wootutu (atau Woo22) di Korsel, melainkan menyuntikkan realitas baru yang sangat dekat dengan pekerja masa kini: benturan tajam antargenerasi dan ancaman nyata bernama burnout.
Dua nama besar dipertemukan, Han So-hee sebagai Seon-woo, sang CEO muda yang ambisius namun perfeksionis, dan aktor legendaris Choi Min-sik sebagai Kim Gi-ho, pensiunan berusia senja dengan pengalaman kerja 37 tahun yang melamar sebagai pemagang senior.
Momen membenturkan perbedaan generasi secara kontras disajikan tanpa membuatnya klise. Penonton tidak hanya menikmati lelucon fisik tentang orang tua yang gagap teknologi, melainkan sebuah visualisasi konflik budaya kerja yang nyata:
Generasi muda (Seon-woo) yang berlari sangat cepat, berkomunikasi via aplikasi pesan instan, dan mengandalkan efisiensi kecerdasan buatan (AI).
Generasi senior (Gi-ho) yang membawa tas jinjing klasik, menghargai interaksi tatap muka, dan memegang teguh etika kerja konvensional.
Benturan ini terasa segar karena sutradara mengeksplorasi ego kedua belah pihak secara adil.
Seon-woo yang takut kehilangan kendali atas perusahaannya harus belajar menurunkan ego untuk mendengar, sementara Gi-ho harus menekan kecemasannya demi melebur ke dalam lingkungan yang asing.
Pesan paling kuat lainnya adalah potret burnout yang digambarkan sangat melekat dengan budaya kerja modern (hustle culture).
Karakter Seon-woo merepresentasikan jutaan pekerja dan pengusaha muda saat ini: terjebak dalam tuntutan untuk selalu online, selalu berkembang cepat, dan mengorbankan waktu tidur demi validasi bisnis.
Kehadiran Gi-ho bukan sekadar menjadi asisten, melainkan berfungsi sebagai "rem darurat".
Melalui kebijaksanaan generasinya yang telah melewati asam garam kehidupan, Gi-ho memberikan ruang bernapas bagi Seon-woo. Ia mengingatkan bahwa menjadi produktif tidak berarti harus menghancurkan kesehatan mental dan kehidupan personal.
Belum lagi keseriusan mereka mempekerjakan pemagang, lengkap dengan fasilitas dari kantor, dan insentif menarik bagi perusahaan. Penggambaran itu tentu akan mengingatkan bagaimana berbedanya pemagang bekerja di sekitar kita.
Tak sekadar hiburan komedi-drama biasa, The Intern berubah menjadi surat cinta sekaligus peringatan bagi masyarakat pekerja hari ini.
Dengan akting luar biasa dari Han So-hee dan Choi Min-sik, film ini membuktikan bahwa di tengah dunia kerja yang kian terdigitalisasi dan mekanis, sentuhan kemanusiaan, empati antargenerasi, dan keseimbangan hidup adalah kunci utama untuk bertahan dari burnout.