Pesparawi Mahasiswa Nasional 2026 Untar, Perkuat Persaudaraan Antarkampus

AKM • Monday, 26 Oct 2026 - 06:49 WIB
Sebanyak 25 kontingen perguruan tinggi dengan total 1.150 peserta mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Mahasiswa Nasional 2026

JAKARTA — Sebanyak 25 kontingen perguruan tinggi dengan total 1.150 peserta mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Mahasiswa Nasional 2026 yang berlangsung pada 20–23 Oktober di Universitas Tarumanagara (Untar), Jakarta. Selain menjadi ajang kompetisi paduan suara, kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah untuk membangun persahabatan dan memperkuat kebersamaan.

Pesparawi diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dengan mengusung tema “Bersatu dalam Harmoni, Berkarya dalam Kasih, Memberi Dampak”. Peserta terdiri atas mahasiswa, pelatih, ofisial, dan pendamping dari perguruan tinggi yang telah lolos seleksi pra-nasional.

Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro Berikan Sambutam dalam Acara Pesparawi Mahasiswa Nasional 2026

Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro, mengatakan keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika setiap individu saling menghormati. Ia menyampaikan hal tersebut dalam pembukaan kegiatan pada 22 Oktober 2026.

“Keberagaman bukan sumber perpecahan, melainkan justru menjadi kekayaan yang melahirkan keindahan bila disatukan dengan saling menghormati seperti harmoni dalam paduan suara,” ujar Amad.

Menurut dia, kompetisi seni juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja sama.

"Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk melengkapi proses pembelajaran di perguruan tinggi," tegasnya.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan Direktorat Belmawa, Sukino. Ia menilai keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir atau kemenangan, tetapi juga proses belajar, kedisiplinan, keberanian tampil, kemampuan menerima masukan, dan sportivitas.

"Keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir atau kemenangan, tetapi juga proses belajar, kedisiplinan, keberanian tampil, kemampuan menerima masukan, dan sportivitas," imbuhnya.

Peran Seni dan Musik

Pesparawi Mahasiswa Nasional 2026 ditutup pada 23 Oktober di Auditorium Gedung M, Kampus I Untar. Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, yang menutup kegiatan tersebut, menekankan peran seni dan musik dalam mempertemukan orang-orang dari latar belakang berbeda.

Dalam paduan suara, kata Henri, setiap anggota perlu mengesampingkan ego pribadi. 

" Menghargai satu sama lain, dan bekerja sama untuk menghasilkan penampilan yang baik," katanya.

Ketua Pelaksana Pesparawi 2026 sekaligus Kepala Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni Untar, Tri Sutrisno, mengatakan keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari penghargaan yang diperoleh peserta.

"Kebersamaan dan persaudaraan yang terbangun selama kompetisi juga menjadi bagian penting dari penyelenggaraan," kaya Tri Sutrisno.

Tahun ini menjadi kali kedua Untar menjadi tuan rumah Pesparawi Mahasiswa Nasional setelah sebelumnya menjalankan peran serupa pada 2020.

Para Pemenang

Dalam kompetisi tersebut, Paduan Suara Universitas Tarumanagara (PSUT) berhasil meraih medali emas. Sementara itu, berdasarkan hasil penilaian dewan juri yang diketuai Sonya Nadya Simanjuntak, Telkom University Choir ditetapkan sebagai juara pertama.

Bagi peserta, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia. Algorius Oemanas, mahasiswa Universitas Timor asal Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur, mengaku bersyukur dapat mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut.

“Kami berterima kasih atas kesempatan untuk mengikuti Pesparawi Mahasiswa Nasional 2026 dan berharap dapat memberikan penampilan terbaik serta membawa hasil yang membanggakan bagi Universitas Timor,” kata Algorius.

Sejumlah perguruan tinggi lain yang berpartisipasi antara lain Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Kristen Indonesia Maluku, Universitas Negeri Medan, Universitas Musamus Merauke, dan Universitas Pattimura.

Melalui pertemuan antarmahasiswa dari berbagai daerah, Pesparawi Mahasiswa Nasional 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan bermusik, tetapi juga ruang untuk membangun kerja sama, sportivitas, dan persaudaraan di lingkungan perguruan tinggi.