
TAPANULI SELATAN — PT North Sumatera Hydro Energy (PT NSHE) membangun tiga jembatan arboreal baru di kawasan proyek PLTA Batang Toru, Sumatera Utara, untuk mendukung pergerakan satwa liar antarkawasan hutan. Fasilitas tersebut melengkapi 11 jembatan arboreal yang sebelumnya telah dibangun di area proyek.
Ketiga jembatan itu melintasi Sungai Batang Toru dan menghubungkan habitat di sisi timur dan barat sungai. Jembatan dirancang sebagai jalur penyeberangan bagi satwa primata yang beraktivitas di tajuk pepohonan, sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko saat satwa berpindah antarkawasan.
Manager Lingkungan dan Biodiversitas PT NSHE, Iqbal Nizar, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya memperhatikan konektivitas habitat di sekitar pengembangan infrastruktur energi.
“Pada prinsipnya, pembangunan infrastruktur harus tetap memperhatikan keberlangsungan ekosistem di sekitarnya. Melalui penambahan jembatan arboreal ini, kami ingin mendukung tersedianya jalur pergerakan yang lebih aman bagi satwa primata,” ujar Iqbal dalam keterangan tertulis kepada Media, Minggu (25/10).
Konektivitas habitat berperan dalam membantu satwa berpindah ke kawasan hutan lain, menjangkau habitat baru, dan berinteraksi dengan populasi berbeda. Menurut keterangan perusahaan, jalur tersebut juga diharapkan dapat membantu mengurangi risiko perkawinan sedarah dan persaingan sumber daya, serta mendukung kemampuan satwa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.
Selain membangun jembatan baru, PT NSHE melakukan pemeliharaan terhadap fasilitas yang telah terpasang dan merawat kamera jebak atau camera trap untuk memantau keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.
Kamera jebak digunakan untuk memperoleh informasi mengenai jenis dan aktivitas satwa di titik pemantauan. Data yang terkumpul menjadi salah satu bahan evaluasi dalam memahami kondisi keanekaragaman hayati dan mendukung pengelolaan lingkungan.
“Konservasi tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi juga membutuhkan pemeliharaan dan pemantauan secara berkelanjutan,” kata Iqbal.
Ia menambahkan, perencanaan pembangunan dan pemeliharaan jembatan mempertimbangkan karakteristik lokasi, perlindungan pohon, keselamatan kerja, serta prinsip konservasi keanekaragaman hayati. Penentuan titik pemasangan juga memperhatikan bentang alam dan kebutuhan konektivitas habitat satwa sasaran.
PT NSHE menyatakan upaya tersebut menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan di kawasan pengembangan PLTA Batang Toru. Namun, informasi mengenai efektivitas ketiga jembatan baru dalam meningkatkan pergerakan satwa belum disertai data hasil pemantauan dalam keterangan yang disampaikan perusahaan.
Melalui pembangunan dan pemeliharaan jembatan arboreal serta pemantauan kamera jebak, perusahaan berupaya mengintegrasikan aspek perlindungan satwa liar dengan kegiatan pengembangan infrastruktur energi di Batang Toru.