Karhutla di Bromo Telan Korban, Pakar Ingatkan Perlunya Perlindungan Maksimal Petugas Pemadam

MUS • Saturday, 24 Oct 2026 - 22:21 WIB

Jakarta — Duka mendalam kembali menyelimuti bangsa Indonesia. Tragedi kematian petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus berulang seolah tanpa akhir, mengoyak rasa kemanusiaan dan menegaskan betapa besarnya risiko yang harus ditanggung para pahlawan garis depan di tengah gumpalan asap dan kobaran api.

Kemarin, Jumat (23/10/2026) pukul 12.00 WIB, Suraji menghembuskan napas terakhirnya di RSUD dr. Soetomo, Surabaya. Ia gugur usai menjalankan tugas mulia memadamkan kebakaran hutan yang melahap kawasan Bromo. Dengan berpulangnya Suraji, jumlah korban jiwa dari pihak petugas dalam penanganan kebakaran di daerah Bromo kini mencapai 6 orang.

Gugurnya para petugas ini menjadi alarm keras bahwa perjuangan melawan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan keberanian, melainkan membutuhkan jaminan keselamatan dan perlindungan kesehatan yang nyata.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara sekaligus Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengatakan tanpa langkah konkret dan memadai dari pihak berwenang, kabar duka seperti ini akan terus berulang.

"Tanpa ada tindakan memadai maka bukan tidak mungkin kita akan masih terus mendengar berita tragis para pahlawan pemadam kebakaran hutan dan lahan kita ini, sangat menyedihkan," tegas Prof. Tjandra Yoga Aditama.

Guna mencegah bertambahnya deretan pahlawan yang gugur, Prof. Tjandra merumuskan lima langkah krusial yang harus segera diterapkan untuk melindungi para petugas dan relawan karhutla di lapangan:

Skrining dan Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Pemeriksaan kesehatan menyeluruh harus dilakukan sebelum seseorang diterjunkan sebagai petugas atau relawan untuk mendeteksi potensi penyakit kronis. 

"Selain itu, pemeriksaan harian sebelum bertugas sangat dianjurkan. Jika kondisi fisik sedang tidak fit, petugas tidak boleh diterjunkan atau setidaknya dialihkan ke tugas yang lebih ringan," jelas Tjandra. 

Alat Pelindung Diri (APD) yang Memadai

Petugas wajib dilengkapi dengan alat perlindungan diri standar tinggi, seperti masker berkualitas baik hingga penggunaan respirator untuk meminimalkan paparan asap beracun.

Pengaturan Jadwal Kerja dan Pemetaan Risiko

Perlu adanya manajemen shift dan jadwal kerja yang jelas untuk mencegah kelelahan ekstrem (extreme fatigue). Selain itu, lokasi pemadaman harus dipetakan secara cermat dengan mengutamakan keselamatan jiwa petugas.

Asupan Nutrisi dan Suplemen Tambahan

Para petugas dan relawan yang bekerja menguras energi di medan ekstrem harus mendapatkan makanan bergizi seimbang yang ditunjang dengan suplemen atau vitamin tambahan.

Mekanisme Penanganan Medis Darurat yang Jelas

Harus ada sistem rujukan dan mekanisme penanganan medis maksimal di klinik maupun rumah sakit jika ada petugas yang jatuh sakit.

Sebagai sosok yang telah mempertaruhkan nyawa demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan, para petugas pemadam karhutla sudah sepatutnya mendapatkan perlindungan, fasilitas, serta pelayanan kesehatan terbaik. Langkah perlindungan ini harus segera direalisasikan agar tidak ada lagi nyawa pahlawan yang melayang di tengah kobaran api.