Fahira Idris Gelar Donor Darah, Peringati: Sumpah Pemuda, HUT DPD RI, dan Milad Bang Japar

AKM • Saturday, 24 Oct 2026 - 15:45 WIB
Sebanyak 240 orang mengikuti kegiatan donor darah yang digelar Anggota DPD RI dari Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, di Aula Kantor Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta

JAKARTA — Sebanyak 240 orang mengikuti kegiatan donor darah yang digelar Anggota DPD RI dari Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, di Aula Kantor Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Pulo Gadung, PMI Provinsi DKI Jakarta, PMI Kota Jakarta Timur, dan organisasi masyarakat Bang Japar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, 22 tahun DPD RI, serta sembilan tahun Bang Japar.

Fahira yang juga menjabat Ketua Umum Bang Japar mengatakan, ketiga momentum tersebut memiliki kesamaan pesan tentang persatuan, pengabdian, dan kepedulian sosial. Menurut dia, semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, salah satunya donor darah.

“Semangat Sumpah Pemuda bukan hanya tentang bagaimana kita menjaga persatuan, tetapi juga bagaimana persatuan itu melahirkan kepedulian dan aksi nyata. Donor darah adalah salah satu wujud paling tulus dari persatuan dan kemanusiaan,” ujar Fahira di sela kegiatan.

Ia menilai, ketersediaan darah menjadi bagian penting dalam mendukung layanan kesehatan, terutama di Jakarta yang memiliki jumlah penduduk besar dan menjadi salah satu pusat rujukan kesehatan nasional. Darah dibutuhkan untuk membantu pasien dengan berbagai kondisi, seperti talasemia, kanker, anemia berat, ibu melahirkan yang mengalami komplikasi, korban kecelakaan, hingga pasien yang menjalani operasi.

Fahira mengingatkan bahwa darah memiliki masa simpan terbatas sehingga persediaannya perlu dijaga melalui donor sukarela secara berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan donor darah tidak semestinya hanya dilakukan ketika stok menipis atau muncul kebutuhan mendesak.

“Di balik setiap kantong darah, ada harapan seseorang untuk sembuh, ada keluarga yang menunggu orang tercintanya pulang, dan ada kehidupan yang harus kita perjuangkan bersama,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya persediaan darah untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat dan bencana. Karena itu, Fahira mengajak instansi pemerintah, BUMN dan BUMD, perusahaan swasta, organisasi masyarakat, komunitas, serta kelompok pemuda menjadikan donor darah sebagai kegiatan rutin.

Menurut Fahira, peringatan hari besar nasional dapat dimanfaatkan untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan. Dengan demikian, peringatan tersebut tidak hanya diisi seremoni, tetapi juga kegiatan yang hasilnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

“Bayangkan jika semakin banyak institusi dan komunitas menjadikan donor darah sebagai tradisi. Bukan hanya stok darah yang semakin terjaga, tetapi budaya solidaritas dan gotong royong di tengah masyarakat juga semakin kuat,” ujarnya.

Kegiatan di Pulo Gadung merupakan bagian dari gerakan donor darah yang dijalankan Fahira bersama Bang Japar sejak 2021. Berdasarkan keterangan Fahira, kegiatan tersebut telah dilaksanakan di lima kota administrasi di Jakarta dan diperluas secara bergiliran ke 44 kecamatan, dengan target menjangkau 267 kelurahan.

Pada 14 Juni 2025, PMI Provinsi DKI Jakarta juga memberikan penghargaan kepada Bang Japar dalam rangka peringatan Hari Donor Darah Sedunia. Fahira menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas dukungan warga, relawan, dan berbagai pihak terhadap kegiatan donor darah.

“Bang Japar ingin terus membuktikan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan harus benar-benar membawa manfaat bagi warga. Donor darah menjadi salah satu ikhtiar kami untuk terus menghadirkan manfaat tersebut,” katanya.

Fahira menyampaikan terima kasih kepada PMI DKI Jakarta, PMI Jakarta Timur, Pemerintah Kecamatan Pulo Gadung, pengurus dan relawan Bang Japar, serta warga yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan darah sekaligus memperkuat solidaritas masyarakat.

“Persatuan yang paling bermakna adalah persatuan yang menghadirkan manfaat dan menyelamatkan kehidupan sesama,” pungkasnya.