Kericuhan RUA IKA FH Trisakti, Proses Pemilihan Ketua Umum Dipertanyakan

AKM • Saturday, 24 Oct 2026 - 07:21 WIB
Rapat Umum Anggota (RUA) Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti di Jakarta, berakhir ricuh.

JAKARTA – Rapat Umum Anggota (RUA) Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti yang digelar di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, pada 17 Oktober 2026, berakhir ricuh. Insiden terjadi saat proses pemungutan suara pemilihan ketua umum berlangsung dan melibatkan sejumlah peserta, panitia, serta Steering Committee (SC).

Dari keterangan tertulis yang diterima Media, Jakarta (24/10) Salah satu kandidat, Azis Syamsudin, menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai ketegangan antara dirinya dan penyelenggara. Namun, hingga berita ini disusun, belum tersedia tanggapan langsung dari Azis terkait dugaan tindakan yang terekam dalam video yang beredar di media sosial.

Menurut seorang narasumber yang hadir dan meminta identitasnya dirahasiakan, pemungutan suara dimulai sekitar pukul 17.00 WIB dengan mekanisme pemanggilan pemilih satu per satu. Sekitar pukul 19.00 WIB, sejumlah peserta, termasuk Azis, disebut mempersoalkan durasi pemungutan suara serta menyampaikan keberatan karena ada peserta yang mengaku belum dipanggil untuk menggunakan hak pilih.

Narasumber tersebut menyatakan panitia dan SC memberikan penjelasan mengenai daftar pemilih, urutan pemanggilan, serta prosedur untuk menyelesaikan keberatan. Meski demikian, kritik terhadap penyelenggara disebut masih berlanjut dari pihak yang mendukung pencalonan Azis.

Ketegangan dilaporkan meningkat sekitar pukul 19.30 WIB ketika sejumlah peserta mendekati podium dan terjadi aksi saling dorong. Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, Azis terlihat berada dalam situasi tegang dengan penyelenggara. Ia juga diduga memperlihatkan gestur hendak melempar bangku.

Selain itu, terdapat laporan mengenai dugaan dorongan terhadap panitia dan petugas keamanan hotel oleh sejumlah orang yang disebut sebagai pendukung Azis. Namun, informasi mengenai pihak yang melakukan tindakan kekerasan belum terverifikasi secara independen.

Hingga saat ini, belum ada keterangan terkonfirmasi yang memastikan siapa saja yang terlibat dalam dugaan pemukulan maupun kronologi lengkap insiden tersebut. Pihak kandidat lain, termasuk kubu Sahala Siahaan, juga belum menyampaikan tanggapan mengenai peristiwa itu berdasarkan informasi yang tersedia.

Kericuhan tersebut menyisakan pertanyaan mengenai jalannya pemungutan suara dan penanganan keberatan peserta dalam RUA IKA FH Trisakti. Klarifikasi dari Azis Syamsudin, panitia, dan Steering Committee diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai penyebab serta rangkaian kejadian dalam forum tersebut.