FILM Henry’s First Dates, Remake Manis 50 First Dates di Indahnya Phuket

MUS • Thursday, 22 Oct 2026 - 17:03 WIB

Genre: Komedi romantis 
Sutradara: Mez Tharatorn
Pemeran: Nadech Kugimiya sebagai Henry, Minnie (Nicha Yontararak) dari (G)I-DLE sebagai Lucy
Durasi: Hampir 2 jam 
Distributor: Sony Pictures 
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 23 Oktober 2026

Dalam opini mnctrijaya.com, Henry's First Dates berhasil menyajikan kembali manisnya 50 First Dates (2004) dalam kemasan humor lokal yang segar dan lebih 'relate' dengan pasangan dan problema keluarga Asia. 

Ceritanya berfokus pada kehidupan Henry (Nadech Kugimiya), pemuda yang ayahnya memiliki villa di Phuket - Thailand. Dia sangat menyukai binatang, bahkan memiliki seekor kapibara, hewan yang lagi viral.

Akibat kecelakaan fatal di masa lalu, Henry menderita anterograde amnesia yang membuat otaknya tak bisa mengingat memori baru. 

Setiap pagi, ingatannya mengalami reset total, dan akan mengalami hal baru lagi dan lagi. Persis dengan alur 50 First Dates, suatu hari, Henry bertemu dengan Lucy (Minnie dari grup K-Pop (G)I-DLE), surveyor wisata balon udara. 

Keduanya langsung klop dan menghabiskan kencan pertama yang sempurna. Namun esoknya, petaka manis dimulai: Henry tidak mengingat Lucy sama sekali. 

Di sinilah perjuangan Lucy diuji; ia harus memikat, mendekati, dan membuat Henry jatuh cinta kepadanya dari nol—setiap hari.

Meski berstatus remake, tetapi plot-nya dijungkirbalikkan secara berani. Pada film orisinal, karakter perempuanlah (Lucy Whitmore diperankan Drew Barrymore) yang kehilangan ingatan jangka pendek. Sementara tokoh pria (Henry Roth yang diperankan Adam Sandler) bertindak sebagai pengejar yang agresif dan kreatif.

Dalam Henry’s First Dates, peran tersebut sengaja dibalik (gender-switch). Kontradiksi ini mengubah dinamika relasi secara signifikan. Alih-alih melihat pria yang gigih merayu, kita disuguhkan perjuangan perempuan modern di era digital yang harus memutar otak demi memenangkan hati pria yang sama, berulang kali. 

Perubahan ini tidak hanya terasa sangat emosional, tetapi juga memberi ruang bagi karakter Lucy untuk tampil lebih berdaya, mandiri, dan dominan dalam mengarahkan romansa keduanya.

Menonton versi Thailand ini secara otomatis akan memicu rasa penasaran penonton terhadap versi aslinya yang melegenda dua dekade lalu. Sangat menarik membandingkan bagaimana komedi slapstik ala Adam Sandler di Hawaii ditransformasikan menjadi komedi situasi ala Thailand yang lebih ekspresif. 

Penonton generasi baru pasti akan terdorong untuk berselancar ke layanan streaming demi melihat bagaimana "versi cetakan awal" dari kisah cinta amnesia ini bermula.

Sektor visual pun menjadi kekuatan yang tak terbantahkan. Pemilihan Nadech Kugimiya, salah satu aktor papan atas Thailand dengan karisma maskulin yang kuat, membuat karakter Henry yang "pelupa" tetap terlihat menggemaskan dan tulus.

Sementara itu, Minnie (Nicha Yontararak) dari grup K-Pop global (G)I-DLE sukses mencuri perhatian dalam debut layar lebar utamanya di tanah kelahiran. Visual Minnie yang modis, manis, namun penuh kegigihan berpadu sempurna dengan akting alami Nadech. 

Chemistry visual keduanya begitu menyilaukan, membuat setiap momen kencan ulang mereka terasa mendebarkan dan estetik secara bersamaan.

Kalau versi Hollywood memamerkan eksotisme Oahu, Hawaii, maka Henry’s First Dates memindahkan sihir tropis tersebut ke Phuket dan Phang Nga, Thailand. Sinematografi film ini memanjakan mata dengan  pantai pasir putih, resor tepi laut yang menawan, air laut biru jernih, hingga kehangatan kultur lokal. 

Setiap sudut Phuket dieksplorasi dengan sangat cantik, seolah sengaja memancing penonton untuk langsung membuka aplikasi travel dan memesan tiket liburan ke Thailand seusai lampu bioskop menyala.

Secara keseluruhan, Henry’s First Dates menjadi bukti, remake tidak harus menjadi bayang-bayang masa lalu. Dengan membalik formula aslinya, menyuntikkan humor yang relevan, serta didukung visual pemain dan latar tempat yang memukau, ditambah elemen-elemen viral, film ini sukses menjadi tontonan romantis-komedi yang menyegarkan sekaligus menghangatkan hati.