Aset Asuransi Tembus Rp1.200 Triliun, Mengapa Literasi Masyarakat Masih Jadi Tantangan?

ANP • Tuesday, 20 Oct 2026 - 11:38 WIB


JAKARTA – Industri perasuransian Indonesia terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui peringatan Hari Asuransi 2026 yang mengusung tema “Literasi Asuransi untuk Negeri” dan subtema “Pahami–Miliki–Lindungi”.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat literasi asuransi tercatat sebesar 42,84%, sedangkan inklusinya mencapai 29,55%. Angka ini menunjukkan masih perlunya edukasi berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami manfaat asuransi dan terdorong untuk memiliki perlindungan finansial.

Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara, menegaskan bahwa literasi asuransi bukan sekadar memperkenalkan produk, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan keuangan dalam menghadapi berbagai risiko kehidupan.

“Melalui berbagai kegiatan literasi di sejumlah kota serta pemanfaatan media cetak, daring, dan media sosial, kami ingin mengajak masyarakat tidak hanya mengetahui, tetapi juga memiliki produk asuransi dan merasakan manfaatnya,” ujar Yulius.

Tahun ini, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Hari Asuransi 2026. Ketua Bidang Kanal Distribusi AAJI, Hengky Djojosantoso, menyampaikan bahwa peningkatan literasi dan inklusi asuransi menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan dari berbagai risiko, termasuk bencana alam dan kecelakaan.

Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa hingga Agustus 2026, total aset industri asuransi nasional mencapai Rp1.200,55 triliun, tumbuh 2,56% secara tahunan. Pendapatan premi asuransi komersial tercatat sebesar Rp255,40 triliun, meningkat 2,66% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketua Panitia Hari Asuransi 2026, Cicilia Nina Triana, mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini mencakup program literasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Kegiatan tersebut dilaksanakan di tujuh titik di Indonesia untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan asuransi.

Melalui kolaborasi seluruh asosiasi dan pelaku industri, Hari Asuransi 2026 diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, memperluas akses terhadap produk asuransi, serta memperkuat ketahanan finansial keluarga dan pelaku usaha di Indonesia.