Kebutuhan Engineer Data Center Meningkat, Maxon Prime Buka Fasilitas Pelatihan

AKM • Saturday, 17 Oct 2026 - 19:52 WIB
PT Maxon Prime Technology meresmikan fasilitas Design for Manufacturing and Assembly (DFMA) Workshop dan Quality Training Cente

CIKARANG – Pertumbuhan industri pusat data (data center) di Indonesia mendorong kebutuhan tenaga teknik terampil dan proses konstruksi yang efisien. PT Maxon Prime Technology merespons kebutuhan tersebut dengan meresmikan fasilitas Design for Manufacturing and Assembly (DFMA) Workshop dan Quality Training Center di Cikarang, Jumat (16/10/2026).

Fasilitas ini mengintegrasikan fabrikasi, perakitan, pengujian komponen, dan pelatihan teknis untuk mendukung pembangunan pusat data. Perusahaan menyebutnya sebagai fasilitas pertama di Indonesia yang khusus ditujukan bagi konstruksi data center dengan sistem yang beroperasi langsung (live system).

Project Director PT Maxon Prime Technology, Tedi Hadisaputra, mengatakan metode DFMA memungkinkan komponen dirakit dan diuji sebelum dikirim ke lokasi proyek sehingga berpotensi mempercepat instalasi serta menekan biaya konstruksi.

“Tujuan utamanya adalah proses instalasi konstruksi lebih cepat. Otomatis akan menghemat waktu dan cost,” ujar Tedi.

Fasilitas pelatihan menyediakan materi terkait sistem proteksi kebakaran, Building Management System (BMS), dan sistem pompa terintegrasi. Program ini diharapkan meningkatkan keterampilan tenaga teknik dalam menangani sistem pendukung pusat data.

Menurut Tedi, kebutuhan tenaga kerja dengan keahlian khusus meningkat seiring berkembangnya proyek data center di kawasan Cikarang, Karawang, dan Batam. Namun, pengalaman pekerja dalam menangani infrastruktur tersebut dinilai belum merata.

“Banyak pekerja data center, tetapi tidak semua punya pengalaman di data center,” katanya.

Pada tahap awal, pelatihan diprioritaskan bagi karyawan internal. Perusahaan juga membuka peluang kerja sama dengan sekolah menengah kejuruan, perguruan tinggi, dan pemilik proyek untuk memperluas akses pembelajaran teknis.

Pengembangan kompetensi tersebut berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital, termasuk layanan komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI).

Tedi berharap pelatihan dapat meningkatkan daya saing tenaga teknik Indonesia dalam memenuhi kebutuhan industri.

“Kami berharap engineer-engineer Indonesia mempunyai kemampuan yang tinggi sesuai kebutuhan pasar global terutama di data center,” ujarnya.

Selain efisiensi konstruksi, ketersediaan tenaga teknik terampil dan penerapan standar kualitas menjadi faktor penting dalam mendukung keandalan operasional pusat data.

Alternatif judul:

  1. Industri Data Center Tumbuh, Kebutuhan Engineer Terampil Jadi Sorotan

  2. Maxon Prime Kembangkan Fasilitas Fabrikasi dan Pelatihan Data Center

  3. Efisiensi Konstruksi dan Kompetensi Engineer Jadi Tantangan Data Center