BPKH dan BRIN Luncurkan Dai Sejuta Mimbar, Ajak Anak Muda Siapkan Haji Sejak Dini


RED • Friday, 16 Oct 2026 - 19:37 WIB

JAKARTA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Yayasan Harika untuk Kemanusiaan meluncurkan dan menyosialisasikan Program Dai Sejuta Mimbar di Auditorium Gedung B.J. Habibie, BRIN, Jakarta, Jumat (16/10). Program ini mendorong generasi muda mempersiapkan ibadah haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan pesan keislaman yang kreatif, inspiratif, relevan, dan bertanggung jawab.

Program Dai Sejuta Mimbar melengkapi upaya edukasi melalui Program Haji Muda yang mendorong peningkatan literasi haji dan keuangan di kalangan generasi muda. Melalui kedua program tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya memahami pentingnya mempersiapkan perjalanan ibadah menuju Baitullah, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menyebarkan pengetahuan dan pesan kebaikan melalui karya digital.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, menyampaikan bahwa persiapan ibadah haji perlu
dibangun sejak usia muda melalui kesiapan spiritual, pemahaman mengenai haji, dan perencanaan finansial yang matang. Masa tunggu keberangkatan haji yang panjang menjadikan edukasi sejak dini penting agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan ibadah secara lebih terarah.

“Persiapan ibadah haji perlu dimulai sejak usia muda. Haji bukan hanya tentang keberangkatan ke Tanah Suci, tetapi juga tentang membangun komitmen jangka panjang melalui perencanaan keuangan yang disiplin. Karena itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi spiritual maupun finansial, sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Harry di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Melalui Program Haji Muda, BPKH mendorong masyarakat memahami pentingnya pengelolaan
keuangan, membangun kebiasaan menabung, serta memperoleh informasi haji yang tepat sebagai
bagian dari persiapan menuju Baitullah. Sementara itu, Dai Sejuta Mimbar membuka ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan nilai-nilai keislaman melalui konten digital yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Melalui Dai Sejuta Mimbar, kami ingin membuka ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran
dalam menyebarkan pesan kebaikan melalui platform digital. Konten dakwah tidak hanya perlu kreatif dan menarik, tetapi juga harus memiliki substansi yang kuat, dapat dipertanggungjawabkan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambah Harry.

Selain itu, Kepala BRIN, Arif Satria, menekankan bahwa perkembangan teknologi digital membuka peluang lebih luas bagi dakwah untuk menjangkau masyarakat. Menurutnya, media sosial, video pendek, podcast, dan berbagai platform digital dapat menjadi sarana penyampaian pesan keislaman dengan pendekatan yang lebih kreatif dan sesuai dengan karakteristik generasi muda. Namun, perluasan jangkauan tersebut harus diiringi kualitas substansi dan kredibilitas informasi.

“Dakwah di era digital tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas dan jangkauan yang luas, tetapi juga harus didukung oleh substansi pengetahuan yang kuat dan informasi yang dapat
dipertanggungjawabkan. Melalui Program Dai Sejuta Mimbar, kita ingin mendorong generasi muda
memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan pesan kebaikan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat. Keberhasilan dakwah digital perlu dilihat dari manfaat dan dampak nyata yang dihasilkan,” ujar Arif.

Dari perspektif riset dan inovasi, Program Dai Sejuta Mimbar berpotensi menjadi ruang pengembangan
inovasi sosial berbasis pengetahuan. Riset dapat membantu memahami karakteristik audiens, kebutuhan informasi, efektivitas komunikasi digital, hingga pengaruh konten terhadap peningkatan literasi dan perubahan perilaku masyarakat. 

Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan dakwah digital tidak hanya dilihat dari jumlah konten atau luasnya jangkauan, tetapi juga dari pemahaman dan manfaat yang dihasilkan.

Kolaborasi BPKH dan BRIN bersama Yayasan Harika untuk Kemanusiaan diharapkan mempertemukan edukasi kelembagaan, riset dan inovasi, serta partisipasi komunitas dakwah. Sinergi ini membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kemampuan memproduksi konten, dan membangun jejaring dakwah digital yang inklusif serta berkelanjutan.

Peluncuran dan sosialisasi program ini turut diisi dengan talkshow dan diskusi yang menghadirkan Juni Supriyanto, Deputi Bidang Penghimpunan BPKH; Banu Muhammad, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia; Rizky Prayogo Ramadhan, peneliti BRIN; serta Fatchul Wachid dari Gerakan Dai Sejuta Mimbar. 

Para narasumber membahas perencanaan haji sejak muda, pengelolaan keuangan, perkembangan ekonomi digital, serta strategi dakwah yang relevan bagi generasi muda. Program ini didukung oleh CIMB Niaga Syariah, Danamon Syariah, Bank Mega Syariah, dan Amazon Web Services (AWS) sebagai sponsor. Dukungan tersebut melengkapi kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk edukasi dan penyebaran pesan kebaikan.

Melalui Program Haji Muda dan Dai Sejuta Mimbar, BPKH bersama BRIN dan Yayasan Harika untuk
Kemanusiaan mengajak generasi muda untuk mulai merencanakan ibadah haji sesuai kemampuan,
meningkatkan literasi keuangan dan keagamaan, serta menghasilkan karya digital yang kreatif dan
bermanfaat. Persiapan haji dapat dimulai sejak dini, sementara dakwah dapat menjangkau lebih banyak
orang melalui konten yang berkualitas dan bertanggung jawab.