Pemugaran Yasti Borobudur Donasi Umat Buddha, Ditargetkan Rampung 24 Oktober

AKM • Wednesday, 14 Oct 2026 - 06:24 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (Tengah) Berikan Penjelasan Pemugaran Yasti Mahastupa Candi Borobudur

JAKARTA – Pemugaran Yasti Mahastupa Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, menggunakan dana donasi umat Buddha tanpa mengambil Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Perbaikan dilakukan setelah ditemukan pergeseran batu, rongga, dan rekahan pada bagian puncak candi.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, pemugaran tersebut merupakan bentuk partisipasi publik dalam pelestarian warisan budaya. Hal itu disampaikan dalam taklimat media di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

“Donaturnya dari umat Buddha. Seperti yang saya bilang, bukan dari APBN, kita kan membuka skema ini, partisipasi publik,” kata Fadli.

Menurut Fadli, penanganan dilakukan berdasarkan kajian teknis pada 2026 untuk menjaga kestabilan struktur Yasti yang berada di bagian tertinggi candi. Material yang digunakan tetap berupa batu asli, yang didokumentasikan dan diberi nomor agar dapat dikembalikan ke posisi semula.

Pemugaran tidak dilakukan secara menyeluruh, melainkan difokuskan pada bagian yang membutuhkan perbaikan. Fadli menyebut bagian Mahastupa tersebut belum pernah diperbaiki sejak pemugaran oleh arsitek Belanda, Theodoor van Erp, pada 1907–1911.

"Pekerjaan ditargetkan selesai pada 24 Oktober 2026. Selama proses berlangsung, akses pengunjung dibatasi sesuai zona pekerjaan, sementara pelataran utara ditutup sementara," ungkap Fadli.

Fadli juga menyoroti perubahan iklim, paparan hujan dan panas, polusi, serta pertumbuhan lumut sebagai tantangan pelestarian Borobudur. Pemerintah tengah menguji penggunaan bahan penolak air (water repellent) untuk membantu mengurangi penyerapan air pada batu candi.

"Selain itu, edukasi kepada pengunjung dinilai penting untuk mencegah kerusakan akibat tindakan manusia, termasuk menyentuh relief secara sembarangan dan menumpahkan cairan pada struktur candi," imbuhnya.

Museum Nasional Resmikan Galeri Prajnaparamita

Dalam kesempatan yang sama, Fadli meresmikan Galeri Prajnaparamita di Museum Nasional Indonesia. Galeri tersebut menampilkan Arca Prajnaparamita, karya seni batu dari era Kerajaan Singasari pada abad ke-13 yang dikenal dengan julukan “Mona Lisa dari Jawa”.

Fadli menilai arca tersebut memiliki nilai sejarah dan artistik yang tinggi. Penempatan di ruang pamer khusus diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap koleksi warisan budaya Indonesia.

"Galeri ini juga dilengkapi fasilitas bagi pengunjung dengan disabilitas penglihatan, antara lain informasi berhuruf Braille, narasi audio, dan replika taktil yang dapat diraba," kata Fadli.

Kementerian Kebudayaan menyebut pengembangan galeri tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan fungsi museum sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya. Pemerintah juga melanjutkan perbaikan fasilitas Museum Nasional yang terdampak kebakaran pada September 2023.

Sementara itu, rencana pemasangan Catra di puncak Borobudur masih dalam tahap kajian dan komunikasi dengan UNESCO. Fadli menegaskan bahwa rencana tersebut terpisah dari pekerjaan pemugaran Yasti yang saat ini berlangsung.