Program Pengabdian kepada Masyarakat UMB: Pemberdayaan Kader melalui Penerapan AI untuk Deteksi Dini Kekerasan Remaja dan Penguatan Keamanan Digital

ANP • Monday, 12 Oct 2026 - 16:59 WIB

 

Jakarta – Universitas Mercu Buana melalui tim dosen Fakultas Ilmu Komputer menyelenggarakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bermitra dengan Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Program ini mengusung pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI), penguatan literasi digital, serta peningkatan kesadaran keamanan siber sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di era transformasi digital.

Kegiatan ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mengintegrasikan keilmuan dan inovasi teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui pendekatan edukasi, pendampingan, dan penerapan teknologi, program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kader masyarakat dan anggota PKK dalam mendukung pencegahan kekerasan remaja sekaligus membangun lingkungan digital yang lebih aman dan bertanggung jawab.

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Kelurahan

Pelaksanaan program PkM ini didukung melalui kerja sama dengan Kelurahan Meruya Utara yang dipimpin oleh Agus Setiawan selaku Lurah Meruya Utara. Kemitraan tersebut menjadi bagian penting dalam menghubungkan pengembangan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi dengan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat.

Kolaborasi antara Universitas Mercu Buana dan Kelurahan Meruya Utara diharapkan dapat memperkuat peran kader masyarakat sebagai penggerak edukasi, perlindungan remaja, serta peningkatan kesadaran keamanan digital di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Deteksi Dini dan Pengelolaan Pengaduan Kekerasan Remaja

Salah satu fokus utama kegiatan adalah pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan remaja melalui pengembangan sistem pengaduan dan klasifikasi risiko.

Inna Sabily Karima, S.Kom., M.Kom., mengangkat kegiatan berjudul “Pemberdayaan Kader Masyarakat melalui Penerapan SIPIKAI Berbasis Artificial Intelligence untuk Klasifikasi Risiko dan Deteksi Dini Kekerasan Remaja di Kelurahan Meruya Utara.”

Melalui kegiatan ini, kader masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan SIPIKAI sebagai platform berbasis AI yang dirancang untuk mendukung proses identifikasi risiko dan deteksi dini kekerasan remaja. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat membantu kader dalam mengenali indikasi permasalahan, memahami tingkat risiko, serta mendukung proses pelaporan dan tindak lanjut secara lebih terstruktur.

Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Bambang Jokonowo, S.Si., M.T.I., mengusung kegiatan berjudul “Perancangan Sistem Pengaduan Kekerasan Remaja Berbasis Artificial Intelligence dengan Mekanisme Klasifikasi Risiko.”

Kegiatan ini berfokus pada pengembangan konsep sistem pengaduan yang memanfaatkan AI untuk membantu mengelompokkan laporan berdasarkan tingkat risiko. Pendekatan tersebut ditujukan untuk mendukung pengelolaan informasi pengaduan secara lebih sistematis sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas penanganan.

Sementara itu, Dr. Ir. Afiyati, S.Si., M.T., melaksanakan kegiatan dengan judul “Pengembangan Sistem Cerdas Berbasis NLP untuk Klasifikasi Urgensi Pengaduan Kekerasan Remaja di Kelurahan Meruya Utara.”

Kegiatan ini memperkenalkan pemanfaatan teknologi Natural Language Processing (NLP), salah satu cabang kecerdasan buatan yang memungkinkan komputer menganalisis informasi berbasis bahasa manusia. Melalui pendekatan tersebut, sistem dirancang untuk membantu mengidentifikasi tingkat urgensi laporan pengaduan sehingga informasi yang masuk dapat diklasifikasikan berdasarkan kebutuhan penanganannya.

Ketiga kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dalam membangun pendekatan teknologi yang mendukung pencegahan kekerasan remaja, mulai dari pemberdayaan kader, pengelolaan pengaduan, hingga identifikasi tingkat risiko dan urgensi laporan.

Penguatan Literasi Digital dan Kesadaran Keamanan Siber Masyarakat

Selain berfokus pada perlindungan remaja, program Pengabdian kepada Masyarakat ini juga memberikan perhatian terhadap peningkatan literasi digital dan keamanan siber, terutama bagi masyarakat yang semakin aktif menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Dr. Nungky Awang Chandra, MTI, S.Si., mengangkat kegiatan berjudul “Membangun Kesadaran melalui Literasi Digital yang Aman dan Bertanggung Jawab sebagai Upaya Penguatan Keamanan Siber di Kecamatan Kembangan Jakarta Barat.”

Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan teknologi digital secara aman dan bertanggung jawab, termasuk pemahaman terhadap perlindungan data pribadi, kewaspadaan terhadap ancaman siber, serta penerapan perilaku yang bijak dalam menggunakan berbagai layanan digital.

Selanjutnya, Dr. Rushendra, S.Kom., M.T., melaksanakan kegiatan bertajuk “PKK Cyber Smart Implementasi Cyber Hygiene Kit untuk Keamanan Data dan Akun Organisasi di Kecamatan Kembangan.”

Program ini menitikberatkan pada peningkatan kemampuan anggota PKK dalam menerapkan praktik keamanan digital atau cyber hygiene, seperti pengelolaan kata sandi, perlindungan akun, pengamanan informasi organisasi, serta pengenalan potensi ancaman digital. Melalui kegiatan ini, anggota PKK diharapkan dapat menerapkan kebiasaan keamanan digital yang lebih baik dalam aktivitas pribadi maupun organisasi.

Adapun Suhendra, S.Kom., M.Kom., mengusung kegiatan berjudul “Membangun Kesadaran Masyarakat Kecamatan Kembangan melalui Literasi Digital yang Aman dan Bertanggung Jawab Berbasis Model Indeks Literasi Digital dan Klasifikasi Risiko Digital.”

Kegiatan tersebut berfokus pada pendekatan literasi digital yang mempertimbangkan tingkat pemahaman masyarakat dan potensi risiko penggunaan teknologi. Dengan pendekatan berbasis indeks literasi digital dan klasifikasi risiko, program ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan edukasi masyarakat secara lebih tepat sasaran.

Ketiga kegiatan di bidang literasi digital dan keamanan siber ini saling melengkapi dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat untuk menghadapi berbagai risiko di ruang digital.

Pemberdayaan Kader sebagai Langkah Menuju Masyarakat Cerdas dan Aman Digital

Rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia dalam memahami manfaat, risiko, dan tanggung jawab penggunaannya.

Kader masyarakat dan anggota PKK memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah kelurahan dan masyarakat. Melalui peningkatan kapasitas di bidang AI, perlindungan remaja, literasi digital, dan keamanan siber, para kader diharapkan mampu menjadi agen edukasi yang dapat menyebarluaskan pengetahuan dan mendorong praktik digital yang lebih aman di lingkungan masing-masing.

Pemanfaatan teknologi melalui SIPIKAI juga diharapkan dapat mendukung penguatan mekanisme pelaporan dan identifikasi dini permasalahan kekerasan remaja. Di sisi lain, peningkatan literasi dan keamanan digital menjadi langkah preventif untuk meminimalkan berbagai risiko yang dapat muncul akibat penggunaan teknologi yang tidak bertanggung jawab.

Program ini tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendorong penerapan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Komitmen Universitas Mercu Buana terhadap Pengabdian Berkelanjutan

Melalui pelaksanaan program PkM yang bermitra dengan Kelurahan Meruya Utara, Universitas Mercu Buana terus mendorong kontribusi akademisi dalam menghadirkan inovasi dan solusi berbasis teknologi yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, kader masyarakat, dan anggota PKK diharapkan dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan kegiatan pemberdayaan, khususnya dalam membangun kesadaran perlindungan remaja, meningkatkan kemampuan literasi digital, serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman keamanan siber.

Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan edukasi, pendampingan, serta penerapan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaat Program Pengabdian kepada Masyarakat tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat memberikan dampak positif secara berkelanjutan.

Dengan mengintegrasikan Artificial Intelligence, perlindungan remaja, literasi digital, dan keamanan siber, Universitas Mercu Buana bersama Kelurahan Meruya Utara berupaya mendorong terwujudnya masyarakat yang semakin cerdas, peduli, adaptif, dan aman dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.