Perkuat Literasi Sejarah, Kemenbud Siapkan 20 Film Kisah Perjuangan 1945–1950

AKM • Thursday, 1 Oct 2026 - 18:01 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (Istimewa)

JAKARTA — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menyiapkan produksi 20 film bertema kepahlawanan yang mengangkat kisah perjuangan bangsa pada periode 1945–1950. Program tersebut ditujukan untuk memperkuat literasi sejarah sekaligus mengenalkan kembali berbagai kisah perjuangan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan film yang diproduksi harus memadukan kualitas artistik dengan riset sejarah yang akurat. Aspek sinematografi, skenario, akting, musik, dan produksi dinilai perlu berjalan beriringan dengan ketepatan narasi sejarah.

“Film itu harus secara artistik bagus, secara sinematografi bagus, kemudian skenarionya bagus, narasinya bagus, produksinya bagus. Tapi juga harus berdasarkan riset, berdasarkan sejarah yang akurat,” ujar Fadli di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Dari 20 karya tersebut, tujuh merupakan film panjang dan 13 film pendek. Produksi dijadwalkan dimulai tahun ini dan diharapkan dapat ditayangkan kepada publik pada 2027.

Menurut Fadli, periode 1945–1950 dipilih karena merupakan fase penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Berbagai peristiwa di daerah pada masa tersebut dinilai menyimpan cerita kepahlawanan yang belum banyak divisualisasikan.

Karya-karya itu nantinya tidak hanya diarahkan untuk bioskop, tetapi juga berpotensi didistribusikan melalui platform OTT, festival film, perwakilan Indonesia di luar negeri, serta pemutaran di sekolah.

Selain menjadi media visualisasi sejarah, program tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi sineas untuk mengembangkan cerita perjuangan bangsa sekaligus memperkuat ekosistem perfilman nasional.

Daftar 20 Film

Film panjang:

  • Barisan Penghibur

  • Hoegeng: Yang Ada Tinggal Nama

  • Rengasdengklok

  • Kapalselam Kalibayam

  • Sakura di Telawang

  • Rai

  • Pintu Tertutup

Film pendek:

  • Arang Kobar Juang

  • Belantara Raya

  • Buleun Purnama, di Nanggroe

  • Darah Djoeang

  • Desing Peluru Tak Bertuan

  • Ibu Raih

  • Jam 7 Pagi (Makassar, 1947)

  • Menara Terakhir

  • Operasi Malino: Lembar yang Hilang

  • Seriboe Soedirman

  • Suara Republik

  • Timur 1950

  • Yang Tenggelam Saat Fajar