Polimedia dengan SMKN 8 Bekasi Ubah Limbah MBG Jadi Produk Bernilai Tambah

ANP • Thursday, 1 Oct 2026 - 10:34 WIB

Bekasi— Puluhan siswa SMKN 8 Bekasi mengikuti Lokakarya Inovasi Transformasi Limbah Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sumber Lain menjadi Produk Bernilai Tambah Berkelanjutan, pada Senin (28/9/2026). Kegiatan ini dilaksanakan oleh para dosen dan mahasiswa dari Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) dalam Program Titik Kumpul Sains dan Teknologi. Program ini mendorong tumbuhnya ekosistem sains dan klub sains di lingkungan sekolah menengah.

Ketua Tim Titik Kumpul Polimedia, Handika Dany Rahmayanti, mengatakan lokakarya ini mengangkat isu terkait limbah yang dihasilkan setiap harinya, seperti sisa makanan, kulit buah, bekas kemasan, hingga botol plastik. Limbah tersebut akan diubah menjadi produk kreatif yang bernilai lebih. Pengelolaan limbah ini hadir untuk menciptakan ekosistem sains dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami hadir untuk menciptakan ekosistem sains sehingga siswa dapat mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari. Limbah ini yang awalnya masalah justru bisa menjadi peluang dan bisa dimanfaatkan untuk kreativitas yang bernilai jual," kata Ketua Tim Titik Kumpul Polimedia, Handika Dany Rahmayanti. 

Kegiatan ini dimulai dengan lokakarya yang diikuti oleh 72 siswa jurusan Teknik Grafika SMKN 8 Kota Bekasi. Salah satu pendekatan yang diperkenalkan dalam lokakarya adalah pemilahan limbah berdasarkan jenis dan potensi pemanfaatannya. 

Handika menyebutkan, limbah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara kulit buah dan berbagai limbah organik lainnya diperkenalkan sebagai bahan alternatif untuk pembuatan kertas dan tinta. Sementara itu, botol plastik dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku filamen untuk 3D printing.

Materi lokakarya juga memperlihatkan berbagai contoh eksperimen pembuatan kertas dari bahan organik, seperti kulit pisang, kulit singkong, kulit bawang merah, kulit jeruk, kulit jagung, kulit bawang putih, kulit manggis, hingga daun kering. Hasil olahan tersebut bahkan dapat dikembangkan menjadi produk seperti buku catatan, kalender, kemasan, dan berbagai produk kreatif berbasis kertas. 

Tidak hanya prose pembuatan kertas, siswa juga diperkenalkan dengan proses pembuatan pigmen dan tinta dari limbah organik. Sumber yang digunakan antara lain dari kulit jagung, sekam padi, batok kelapa, hingga kulit buah. Lokakarya dilakukan dengan praktik langsung yang melibatkan siswa dalam pembuatan produk tersebut, hingga menguji tinta yang dihasilkan dengan menggunakan printer komersial.

Bagi siswa Teknik Grafika, materi tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan bidang yang mereka pelajari. Limbah yang selama ini dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang diperkenalkan sebagai material yang dapat dikembangkan menjadi produk pendukung industri kreatif dan grafika.

Membangun Ekosistem Sains di Sekolah

Program Titik Kumpul Sains dan Teknologi tidak berhenti pada kegiatan lokakarya. Berdasarkan _roadmap_ program, kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya pembuatan kertas, tinta, dan filamen 3D printing, pembentukan kelompok siswa, pelatihan 3D printing, penulisan ilmiah dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), kemudian dilanjutkan dengan _mini project_ dan _Demo Day_ berupa presentasi, pameran, serta pemberian penghargaan. 

Rangkaian tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif. Siswa tidak hanya menerima pengetahuan mengenai sains dan teknologi, tetapi juga diarahkan untuk melakukan eksplorasi, membuat produk, mengembangkan ide, dan mempresentasikan hasilnya. 

Dengan demikian, klub sains di sekolah diharapkan tidak sekadar menjadi ruang untuk mempelajari teori, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi dan eksperimen yang mempertemukan sains, teknologi, kreativitas, lingkungan, dan keterampilan vokasional.

Program ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali ekosistem sains dan science club di sekolah menengah. Melalui kegiatan yang berbasis persoalan nyata di lingkungan sekolah, siswa didorong untuk melihat bahwa sains dan teknologi dapat hadir dalam kehidupan sehari-hari dan dapat digunakan untuk mencari solusi atas berbagai persoalan di sekitar mereka. 

Kegiatan Titik Kumpul Sains dan Teknologi ini didanai melalui dana hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi antara Dosen Polimedia yang diketuai oleh Handika Dany Rahmayanti dengan anggota Nurul Akmalia, Freddy Yakob, dan Niken Oktaviani, serta mahasiswa Polimedia. 

Ke depan, para siswa akan melanjutkan proses pembelajaran melalui tahapan workshop dan mini project. Produk-produk yang dihasilkan nantinya akan dipresentasikan dan dipamerkan dalam kegiatan Demo Day yang direncanakan berlangsung pada November 2026. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, lokakarya diharapkan menjadi titik awal bagi siswa SMKN 8 Bekasi dalam menghidupkan sains klub.