Forgotten Island, Animasi yang Mengangkat Persahabatan dan Budaya Filipina

AKM • Monday, 28 Sep 2026 - 16:28 WIB
Film animasi tidak selalu harus mengandalkan petualangan fantastis dan karakter lucu untuk menyampaikan cerita. Forgotten Island,

JAKARTA — Film animasi tidak selalu harus mengandalkan petualangan fantastis dan karakter lucu untuk menyampaikan cerita. Forgotten Island, animasi terbaru DreamWorks Animation, mencoba menawarkan sesuatu yang lebih personal melalui kisah persahabatan, pencarian jati diri, serta budaya Filipina yang menjadi bagian penting dari ceritanya.

Film ini mengikuti Jo, yang disuarakan H.E.R., dan Raissa, yang diisi suaranya oleh Liza Soberano. Keduanya merupakan sahabat asal Filipina yang tumbuh pada era 1990-an dengan karakter berbeda, tetapi memiliki kedekatan yang kuat.

Jo digambarkan sebagai sosok aktif yang percaya pada mitos tentang Nakali, sebuah pulau terlupakan yang dipercaya menjadi tempat tinggal berbagai makhluk unik. Sementara Raissa merupakan sosok cerdas yang kemudian melanjutkan pendidikan hingga diterima di California Institute of Technology atau Caltech di Amerika Serikat.

Jalan hidup membuat keduanya harus berpisah. Namun, sebuah portal magis justru membawa Jo dan Raissa menuju Pulau Nakali. Dari sinilah petualangan mereka bersama para penghuni pulau dimulai.

Persoalan muncul ketika Raissa harus kembali ke Amerika Serikat. Jalan untuk kembali ke dunia nyata ternyata memiliki konsekuensi besar: kenangan tentang persahabatan mereka harus dihapus.

Konflik tersebut membuat Forgotten Island tidak sekadar menjadi cerita petualangan. Film ini membawa penonton pada persoalan mengenai kehilangan, kesendirian, rasa ditinggalkan, serta arti sebuah hubungan yang tidak selalu harus berakhir dalam kisah romantis.

Salah satu kekuatan film ini terletak pada latar budaya Filipina yang menjadi bagian dari narasinya. Cerita mengangkat konsep kapwa, gagasan mengenai identitas bersama yang menekankan keterhubungan, penghormatan, dan kepedulian terhadap orang lain.

Konsep tersebut membuat hubungan Jo dan Raissa terasa berbeda dari pola cerita persahabatan dalam film animasi pada umumnya. Keduanya tidak digambarkan sebagai pasangan romantis, melainkan sebagai dua orang yang menemukan ikatan emosional yang sama kuatnya dalam sebuah persahabatan.

Gagasan tersebut kemudian dipertegas melalui frasa Tagalog, “Tayo na.” Secara harfiah, frasa itu dapat diterjemahkan sebagai “ayo pergi”. Namun, dalam konteks cerita, maknanya berkembang menjadi ajakan untuk melangkah bersama menghadapi sesuatu yang belum diketahui.

Tayo na menjadi semacam benang merah hubungan kedua karakter. Kalimat tersebut bukan gambaran hubungan antara pemimpin dan pengikut, melainkan ajakan dari dua orang yang memilih berjalan berdampingan.

Di titik inilah Forgotten Island memiliki daya tarik tersendiri. Film tidak menempatkan “belahan jiwa” semata-mata sebagai sosok dalam hubungan romantis. Sebaliknya, film memperlihatkan bahwa seseorang juga dapat menemukan hubungan yang sangat dalam melalui persahabatan dan keluarga pilihan.

Perpaduan komedi, drama, petualangan, serta unsur mitologi membuat cerita tetap mudah diikuti. Visual animasi juga menjadi salah satu daya tarik dalam membawa penonton memasuki dunia Pulau Nakali dan memperkenalkan berbagai unsur budaya Filipina.

Bagi penonton keluarga, film ini menawarkan petualangan yang dapat dinikmati bersama. Namun, di balik kemasan tersebut terdapat pesan yang lebih dewasa mengenai bagaimana seseorang menghadapi perubahan, perpisahan, dan hubungan yang tetap memiliki arti meskipun keadaan memaksa untuk berpisah.

Forgotten Island pada akhirnya bukan hanya perjalanan menuju sebuah pulau misterius. Film ini menjadi cerita tentang bagaimana manusia menemukan keterhubungan dengan orang lain dan bagaimana sebuah persahabatan dapat menjadi bagian penting dari perjalanan hidup.

Ketika banyak cerita menempatkan cinta romantis sebagai bentuk hubungan yang paling utama, Forgotten Islandmenawarkan perspektif berbeda: belahan jiwa tidak selalu berarti pasangan. Bisa jadi, ia adalah seseorang yang memilih tetap berjalan bersama ketika dunia terasa tidak pasti.

Dan ketika perjalanan itu dimulai, pesan sederhananya kembali terdengar: tayo na — mari melangkah bersama.

Genre: Animated Adventure
Sutradara dan Penulis: Joel Crawford, Januel Mercado
Pengisi suara: H.E.R., Liza Soberano, Dave Franco, Jenny Slate, Manny Jacinto, Dolly de Leon, Jo Koy, Ronny Chieng, Lea Salonga
Durasi: Hampir 2 jam
Distributor: UIP Movies Indonesia
Tayang di Indonesia: 2 Oktober 2026