
Jakarta - Wacana penerapan EUDR, yakni regulasi resmi dari Uni Eropa yang mengatur penggunaan bahan baku kayu untuk produk perabotan rumah tangga atau furnitur yang peduli akan keberlangsungan kondisi hutan, menimbulkan berbagai efek domino khususnya bagi dunia usaha. Karena pada dasarnya regulasi EUDR ini sendiri, melarang masuknya produk komoditas yang berasal dari lahan hasil penggundulan atau perusakan hutan.
EUDR juga berangkat dari kekhawatiran yang beralasan, yakni hutan sangatlah penting dan konsumsi global seharusnya tidak memberikan insentif terhadap deforestasi. Namun di sisi lain, tentunya peraturan ini juga menimbulkan berbagai pertanyaan politik dan praktis, terutama bagi perusahaan dan negara produsen di luar Eropa.
Regulasi ini sebetulnya juga telah mengalami penundaan, penyesuaian dan “penyederhanaan”, sehingga dapat semakin sulit untuk mengetahui aturan mana yang berlaku dalam situasi tertentu. Untuk mengakomodir penggunaan baku produk furnitur yang berkualitas sekaligus tetap dalam koridor aturan serta etika yang berlaku, Danzer sebagai brand pendukung produk furnitur berkomitmen untuk terus menyelaraskan kondisi ini.
Disampaikan oleh Eckart Schmitt, Perwakilan dari Danzer AG, bahwa “Komitmen untuk menggunakan produk yang bertanggung jawab akan keberlangsungan kondisi hutan tentunya selaras dengan etika bisnis yang kami jalani. Karena, sesuai dengan regulasi dari Uni Eropa yang melarang masuknya produk yang berasal dari hasil perusakan hutan."
"Kami percaya, upaya-upaya seperti ini akan menjadi contoh baik di kemudian hari untuk para pelaku usaha, khususnya dibidang furnitur atau sejenisnya, bahwa etika bisnis bukanlah halangan untuk menghasilkan produk yang berkualitas," jelas Eckart Schmitt.
Pelaksanaan regulasi EUDR ini sendiri sebetulnya telah mengalami penundaan dalam penerapannya selama beberapa waktu.
Namun bukan berarti aturan ini dibatalkan, pada 30 Desember 2026 mendatang, kebijakan ini akan diberlakukan di wilayah Uni Eropa. Melalui sesi diskusi di panggung “The Hub” pameran interzum jakarta - IFFINA+ powered by imm cologne, pada 26 September 2026 ini, harapannya akan memberikan jawaban dari pertanyaan, yang berangkat dari keresahan khususnya para pelaku usaha, terkait penerapan regulasi yang mendekati tenggat waktu.
Melalui sesi diskusi ini pula, bertujuan untuk membantu perusahaan yang bekerja dengan Sumber Daya Alam (SDA) kayu, untuk memahami hal-hal yang cukup penting dalam membuat keputusan pengadaan yang lebih baik, juga menghindari kerumitan yang sebenarnya tidak perlu bagi para pelaku usaha khususnya di industri furnitur.
Danzer sendiri turut berpartisi dalam pameran interzum jakarta 2026.yang diselengarakan pada 24-27 September bertempat di NICE PIK 2.