Dari Celengan ke Buku Rekening, Siswa Sekolah Rakyat Mulai Kenal Menabung Sejak Dini

ANP • Saturday, 26 Sep 2026 - 13:31 WIB


SULAWESI SELATAN — Menabung bagi sebagian siswa mungkin masih sebatas memasukkan uang ke dalam celengan. Namun, bagi Selfi Nawawi N, siswi kelas 2 SMA Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Selatan, menabung kini memiliki makna yang lebih luas.

Melalui program BNI Sahabat Sekolah Rakyat, Selfi untuk pertama kalinya memahami bahwa kebiasaan menabung juga bisa dilakukan melalui rekening, bahkan ketika dirinya belum bekerja.

Pengalaman tersebut membuat Selfi mulai melihat tabungan bukan sekadar tempat menyimpan uang, tetapi sebagai bekal untuk mewujudkan cita-cita melanjutkan pendidikan.

«“Ternyata kita bisa menabung menggunakan buku rekening meskipun belum kerja. Saya ingin mempunyai tabungan yang banyak untuk dipakai kuliah nantinya,” ujar Selfi.»

Pengalaman baru itu pun memantik antusiasme siswa lainnya. Mereka diperkenalkan secara langsung dengan berbagai hal yang berkaitan dengan layanan perbankan, mulai dari rekening hingga kartu identitas yang dapat dipindai.

Guru Biologi SMA SRT 3 Provinsi Sulawesi Selatan, Tiyah Wasma Terru, mengatakan para siswa menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi selama kegiatan berlangsung.

«“Saya sangat senang karena ini merupakan hal baru bagi siswa. Mereka sangat antusias melihat dan mencoba ID card yang bisa di-scan. Mereka juga banyak bertanya mengenai tabungan dan buku rekening, sehingga menjadi pelajaran yang berharga dan baru bagi mereka,” ujar Tiyah.»

Menurut Tiyah, pengalaman langsung membuat proses belajar menjadi lebih mudah dipahami. Siswa tidak hanya mendapatkan teori di dalam kelas, tetapi juga melihat bagaimana pengetahuan tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pembelajaran keuangan, misalnya, siswa mulai memahami bahwa menabung tidak berhenti pada kebiasaan menyimpan uang di celengan. Mereka juga belajar bagaimana uang dapat tercatat dalam rekening dan bagaimana kebiasaan menabung dapat menjadi bagian dari perencanaan masa depan.

Hal serupa diterapkan dalam pembelajaran lingkungan. Materi mengenai pengelolaan limbah yang sebelumnya dipelajari secara teori juga diperkenalkan melalui praktik langsung.

«“Ini sangat penting karena siswa bisa melihat berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda. Dalam hal keuangan, mereka bisa melihat bahwa menabung bukan hanya di celengan, tetapi juga bisa dibukukan dan mereka dapat melihat nominalnya. Begitu juga dengan pengelolaan limbah yang sebelumnya dipelajari melalui teori, sekarang mereka bisa mempraktikkannya secara langsung,” jelas Tiyah.»

Belajar Keuangan dari Pengalaman Nyata

Pengalaman Selfi dan siswa lainnya menjadi bagian dari BNI Sahabat Sekolah Rakyat, program PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang mendukung Program Sekolah Rakyat melalui empat pilar, yakni Cerdas Belajar, Cerdas Menabung, Cerdas Sekolah, dan Peduli Bersama.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, program tersebut dirancang untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

«“Program ini dirancang untuk memberikan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa sekaligus memperluas pengalaman belajar di lingkungan sekolah,” ujar Okki.»

Menurut Okki, pembelajaran melalui praktik langsung memiliki peran penting dalam membantu siswa membangun kebiasaan positif sejak dini. Tidak hanya soal menabung, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan kemampuan memahami kebutuhan di sekitar mereka.

Melalui pendekatan tersebut, BNI berupaya memperkenalkan literasi keuangan dengan cara yang lebih dekat dengan pengalaman siswa. Menabung tidak lagi sekadar konsep yang dijelaskan, tetapi menjadi pengalaman yang dapat mereka lihat dan pahami secara langsung.

Bagi Selfi, pengalaman tersebut sekaligus membuka pandangan baru mengenai masa depan. Dari sebuah rekening yang mungkin terlihat sederhana, ia mulai belajar bahwa menyisihkan uang hari ini dapat menjadi bagian dari persiapan untuk mencapai cita-cita di kemudian hari.

Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi BNI sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia, termasuk melalui program pendidikan yang menyentuh kebutuhan dasar generasi muda.

Memasuki delapan dekade perjalanan dengan semangat Swadharma Bhakti Nagara, BNI terus mendorong ruang belajar yang tidak berhenti pada teori. Lebih dari itu, siswa diberi kesempatan untuk mencoba, memahami, dan membangun kebiasaan baik yang dapat mereka bawa hingga masa depan.