
Jakarta — Industri ikan hias dan aquascape di Indonesia memiliki basis komunitas dan ekosistem bisnis yang terus berkembang. Namun, akses terhadap akuarium berkualitas tinggi masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari ketergantungan terhadap produk impor dengan harga relatif tinggi hingga persepsi bahwa memiliki dan merawat akuarium membutuhkan biaya, waktu, serta perawatan yang kompleks.
Seiring berkembangnya hobi tersebut, kebutuhan penghobi juga semakin beragam, tidak hanya terhadap ikan hias, tetapi juga akuarium, equipment, tanaman akuatik, dan berbagai produk pendukung lainnya. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia menyebut komoditas ikan hias memiliki efek pengungkit (multiplier effect) terhadap peluang usaha lain, termasuk tanaman akuatik, akuarium, dan aksesori.
Potensi pasar tersebut tercermin dari skala produksi ikan hias nasional. Berdasarkan data KKP, produksi ikan hias Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 1,5 miliar ekor dengan nilai produksi sekitar Rp7 triliun. Pertumbuhan tersebut menunjukkan besarnya ekosistem yang dapat dikembangkan tidak hanya dari sisi komoditas ikan hias, tetapi juga berbagai produk dan layanan pendukungnya.
Berdasarkan penelusuran data shipment Volza, terdapat sekitar 150 shipment produk yang terkait dengan akuarium dan tercatat dalam klasifikasi HSN 7020 ke Indonesia sepanjang Juni 2024 hingga Mei 2025. Salah satu catatan perdagangan mencakup pengiriman 15.000 unit aquarium tank berukuran 40 cm dari China.
Melihat peluang tersebut, Rumah Mayin mengembangkan 3Pawns, akuarium berkualitas internasional yang diproduksi di Indonesia dengan mengedepankan kualitas, desain, dan kemudahan penggunaan. Pengembangan produk ini menjadi bagian dari langkah Rumah Mayin untuk membangun kemampuan manufaktur equipment akuarium di dalam negeri sekaligus mendukung perkembangan ekosistem hobi ikan hias dan aquascape.
Marketing Manager Rumah Mayin Alysha Gardiola mengatakan, “Kami melihat perkembangan hobi ikan hias dan aquascape tidak hanya menciptakan kebutuhan terhadap ikan, tetapi juga terhadap berbagai equipment pendukung. Karena itu, kami melihat pentingnya menghadirkan produk akuarium yang memiliki kualitas tinggi, dirancang dengan memperhatikan kebutuhan pengguna, dan dapat diproduksi di Indonesia. Dari kebutuhan tersebut, kami mengembangkan 3Pawns sebagai salah satu langkah untuk membangun produk manufaktur dengan standar kualitas internasional.”
3Pawns hadir sebagai akuarium full set yang mengintegrasikan sejumlah komponen untuk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih praktis dan rapi. Produk menggunakan Optic Clear Glass, aluminium extrude antiair dan antikarat, serta Wacker 121 silicone sealant dari Jerman, dengan sistem pendukung seperti overflow box, sump filter, dan jalur kabel tersembunyi.
Tersedia dalam ukuran 100–200 cm dengan kisaran harga Rp10 juta–Rp28 juta, 3Pawns dilengkapi garansi seumur hidup sebagai bagian dari komitmen terhadap kualitas dan ketahanan produk.
Membangun Manufaktur Akuarium Berkualitas Internasional di Indonesia
Pengembangan 3Pawns menjadi bagian dari upaya Rumah Mayin membangun manufaktur equipment akuarium di dalam negeri. Produk tersebut diproduksi di fasilitas Rumah Mayin di Tangerang yang menjadi basis pengembangan dan produksi akuarium perusahaan.
Fasilitas produksi Rumah Mayin di Tangerang saat ini memiliki kapasitas produksi sebesar 100 unit akuarium per bulan dengan peluang peningkatan kapasitas seiring pertumbuhan permintaan pasar. Kapasitas tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan skala, efisiensi, dan konsistensi kualitas produk.
“Bagi kami, 3Pawns bukan sekadar produk akuarium, tetapi business case untuk mengembangkan produk berkualitas internasional di Indonesia. Dengan pasar domestik sebagai basis, kami berharap skala produksi dapat terus meningkat sehingga semakin efisien dan ke depan mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Alysha.
Memperluas Basis Penghobi dan Ekosistem Akuarium
Selain membangun kapasitas produksi, Rumah Mayin melihat pengembangan produk akuarium berkualitas sebagai salah satu cara untuk mendukung pertumbuhan basis penghobi ikan hias dan aquascape di Indonesia.
Ketersediaan akuarium yang lebih berkualitas dan dirancang dengan mempertimbangkan kemudahan penggunaan diharapkan dapat membantu mengurangi salah satu hambatan bagi masyarakat yang ingin mulai menekuni hobi tersebut. Pada saat yang sama, bertambahnya jumlah penghobi juga berpotensi menciptakan permintaan bagi berbagai sektor pendukung, mulai dari ikan hias, tanaman akuatik, equipment, aksesori, hingga jasa perawatan akuarium.
“Kami ingin hobi akuarium dan aquascape dapat dinikmati oleh lebih banyak orang. Karena itu, pengembangan produk bagi kami bukan hanya mengenai spesifikasi atau desain, tetapi juga bagaimana menghadirkan pengalaman yang lebih praktis sehingga hobi ini semakin mudah diakses dan berkembang,” kata Alysha.
Ke depan, Rumah Mayin menargetkan peningkatan kapasitas produksi dan perluasan distribusi produk di pasar domestik. Sejalan dengan peningkatan skala dan efisiensi produksi, perusahaan juga melihat peluang untuk memperluas pasar ke tingkat internasional.
“Kami melihat Indonesia memiliki peluang untuk tidak hanya menjadi pasar bagi produk akuarium, tetapi juga menjadi basis produksi. Dengan terus meningkatkan kapasitas, efisiensi, dan kualitas, kami berharap produk akuarium buatan Indonesia dapat memiliki daya saing yang lebih kuat dan pada tahap berikutnya membuka peluang ekspansi ke pasar global,” pungkas Alysha.