
JAKARTA — Ketua Harian DPP Asosiasi Kebersamaan Pengusaha Travel Haji Umrah (Bersathu) Farid Aljawi menyebut perjalanan umrah dari Indonesia ke Arab Saudi masih berjalan normal di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Farid mengatakan, pelaku usaha travel terus memantau perkembangan situasi melalui informasi pemerintah Arab Saudi, pemberitaan, serta kondisi penerbangan. Menurutnya, penerbangan menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan keberlangsungan perjalanan jemaah.
“Patokan kami salah satunya adalah penerbangan. Sampai saat ini belum ada informasi dari otoritas pemerintah Arab Saudi maupun penerbangan yang menghentikan perjalanan ke Saudi,” kata Farid dalam dialog bersama MNC Trijaya FM, Jakarta, Jumat (18/9).
Menurut Farid, pembatalan perjalanan oleh jemaah sejauh ini masih relatif kecil. Ia mengatakan sejumlah penerbangan tetap beroperasi, termasuk penerbangan langsung dari maskapai yang melayani rute Indonesia-Arab Saudi.
Meski demikian, Farid menyebut terdapat penyesuaian untuk perjalanan ke Taif menyusul situasi keamanan di kawasan tersebut. Sementara kegiatan jemaah di Makkah dan Madinah, menurut dia, masih berlangsung seperti biasa.
Farid meminta jemaah yang akan berangkat tetap memantau informasi dari travel atau PPIU dan tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia juga mengimbau jemaah mengurangi aktivitas di luar agenda ibadah, terutama kegiatan yang tidak mendesak.
“Jemaah tetap waspada dan memantau segala sesuatunya dari travel yang sudah mengatur penerbangannya. Selama belum ada penghentian penerbangan atau larangan dari otoritas Saudi, perjalanan masih berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaku travel dari sejumlah negara juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan konflik dan kondisi keamanan di Arab Saudi. Farid menyebut otoritas Saudi meningkatkan pengamanan di sejumlah wilayah sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat dan jemaah yang berada di Tanah Suci.
Farid menegaskan kondisi dapat berubah mengikuti perkembangan situasi.
"Karena itu, jemaah diminta terus berkoordinasi dengan PPIU dan mengikuti," pungkasnya.