
Semarang – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni membaca Al-Qur’an, tetapi juga turut menggerakkan aktivitas ekonomi di Jawa Tengah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkirakan rangkaian MTQ Nasional 2026 berpotensi menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp1,2 triliun. Proyeksi tersebut muncul dari aktivitas ribuan peserta, pendamping, ofisial, dan tamu yang datang dari berbagai daerah.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Abu Rokhmad, mengatakan penyelenggaraan MTQ memberikan dampak yang lebih luas bagi daerah yang menjadi tuan rumah.
“Wakil Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa perputaran ekonomi selama MTQ ini diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun,” ujar Abu Rokhmad di Semarang, Selasa (15/9/2026).
Menurut Abu, aktivitas ekonomi tersebut berasal dari mobilitas peserta dan tamu selama mengikuti rangkaian kegiatan MTQ. Sektor yang terdampak antara lain akomodasi, transportasi, konsumsi, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kebutuhan penginapan, makanan, transportasi, oleh-oleh, serta berbagai kebutuhan pendukung selama penyelenggaraan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang ikut bergerak.
MTQ Nasional XXXI digelar pada 11–20 September 2026 di Jawa Tengah dengan pusat kegiatan di Kota Semarang. Sebanyak 2.242 peserta dari 37 provinsi mengikuti delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah. Perlombaan digelar di 12 venue.
Selain perlombaan, penyelenggara juga menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung, seperti Kemenag Expo, bazar UMKM dan produk halal, pameran mushaf dan khazanah manuskrip Al-Qur’an, muzakarah ilmiah Al-Qur’an, serta panggung seni dan budaya Islami.
Abu menilai berbagai kegiatan tersebut membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat dari berbagai daerah.
“MTQ ini mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah. Ada peserta, pendamping, official, tamu, dan masyarakat yang bergerak selama kegiatan berlangsung,” katanya.
Peluang Kenalkan Wisata dan Produk Lokal
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan proyeksi perputaran ekonomi hingga Rp1,2 triliun tersebut dihitung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Perhitungan itu mempertimbangkan berbagai aktivitas ekonomi yang muncul selama rangkaian MTQ Nasional berlangsung di Jawa Tengah.
Taj Yasin juga melihat kedatangan ribuan peserta dan tamu sebagai kesempatan untuk memperkenalkan potensi wisata di Jawa Tengah. Para peserta dan tamu yang datang untuk mengikuti MTQ ditawarkan untuk sekaligus mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Semarang dan sekitarnya.
“Kalau ada yang sekaligus mau berwisata di Semarang dan sekitarnya, akan kami tawarkan,” ujar Taj Yasin dalam rapat pengecekan kesiapan Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI di Semarang, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, kehadiran kafilah dari berbagai daerah dapat menjadi momentum untuk mengenalkan destinasi wisata, kuliner, serta produk lokal Jawa Tengah.
Dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga 20 September 2026, MTQ Nasional XXXI diharapkan tidak hanya memberikan dampak pada sektor keagamaan, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha di Jawa Tengah.
Dibuka di Simpang Lima Semarang
MTQ Nasional XXXI resmi dibuka di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, pada Sabtu (12/9/2026) malam.
Sejumlah pejabat pemerintah hadir dalam pembukaan tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, serta Wakil Menteri Agama Romo R. Muhammad Syafi’i.
Pembukaan juga dihadiri 14 gubernur dan tujuh wakil gubernur, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen sebagai tuan rumah.