Abraham Rudy Tan Terpilih sebagai Sekjen ACCA, Perwakilan Indonesia Pertama di Posisi Strategis​​​​​​​

AKM • Tuesday, 15 Sep 2026 - 08:09 WIB
Perwakilan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Abraham Rudy Tan, terpilih sebagai Pejabat Sekretaris Jenderal ASEAN Chinese Clan Association (ACCA).

JAKARTA — Perwakilan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Abraham Rudy Tan, terpilih sebagai Pejabat Sekretaris Jenderal ASEAN Chinese Clan Association (ACCA). Penetapan tersebut berlangsung dalam Konferensi ke-12 ACCA di Bangkok, Thailand, Minggu (13/9/2026).

Dari informasi yang diterima Media, terpilihnya Abraham menjadi catatan baru bagi Indonesia karena untuk pertama kalinya perwakilan Indonesia dipercaya menempati posisi di tingkat Sekretariat ACCA. Organisasi tersebut menjadi wadah jejaring organisasi marga Tionghoa dari negara-negara ASEAN dan Republik Rakyat Tiongkok.

Sebagai pejabat sekretaris jenderal, Abraham akan berada dalam struktur yang berperan menghubungkan komunikasi dan kerja sama antarorganisasi anggota ACCA. Ruang kerja sama tersebut mencakup bidang sosial, budaya, pendidikan, kepemudaan hingga hubungan antarkomunitas.

Keterlibatan Indonesia dalam ACCA sebelumnya juga ditandai dengan penyelenggaraan Konferensi ke-11 di Jakarta pada Desember 2024. Forum tersebut mempertemukan organisasi marga Tionghoa dari sejumlah negara ASEAN dan Tiongkok untuk membahas berbagai bentuk hubungan dan kerja sama antarkomunitas.

Dengan terpilihnya Abraham, keterlibatan Indonesia kini berlanjut pada tingkat sekretariat organisasi. Posisi tersebut memberikan ruang bagi Indonesia untuk ikut terlibat dalam penyusunan dan pengembangan agenda kerja sama ACCA di kawasan.

59 Delegasi Indonesia Hadir di Bangkok

Konferensi ke-12 ACCA di Bangkok juga diikuti 59 peserta dari Indonesia. Rombongan tersebut terdiri atas enam orang dari Pimpinan Pusat PSMTI, 26 perwakilan PSMTI DKI Jakarta, serta 27 perwakilan Asian Chinese Youth Association (ACYA).

Kehadiran delegasi tersebut mencakup unsur organisasi pusat, organisasi daerah, dan kelompok generasi muda. Keterlibatan pemuda dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan jejaring antarkomunitas di kawasan.

Dengan jaringan yang melibatkan organisasi marga Tionghoa dari berbagai negara, ACCA memiliki ruang kerja sama yang cukup luas. Hubungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan identitas budaya, tetapi juga dapat diarahkan pada kegiatan sosial, pendidikan, pertukaran pemuda, pelestarian budaya, dan kerja sama ekonomi.

Bagi Indonesia, keterlibatan dalam struktur ACCA juga dapat menjadi salah satu jalur hubungan antarmasyarakat atau people-to-people diplomacy. Hubungan semacam ini dibangun melalui interaksi komunitas dan kerja sama masyarakat lintas negara.

Terpilihnya Abraham sekaligus membawa tanggung jawab baru bagi Indonesia dan PSMTI untuk menerjemahkan posisi tersebut ke dalam agenda kerja sama yang konkret. Tantangannya adalah memastikan jejaring regional yang telah terbentuk dapat menghasilkan kegiatan yang relevan dan memberi manfaat bagi komunitas.

Keterlibatan Indonesia di ACCA kini memasuki fase baru, setelah sebelumnya menjadi tuan rumah konferensi di Jakarta. Dari posisi peserta, Indonesia memperoleh kesempatan untuk mengambil peran lebih besar dalam struktur organisasi melalui penempatan wakilnya di Sekretariat ACCA.