Semarang Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Diikuti Ribuan Peserta dari 37 Provinsi

AKM • Monday, 14 Sep 2026 - 11:36 WIB

SEMARANG – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 diikuti sebanyak 2.242 peserta dari 37 provinsi di Indonesia. Ajang nasional ini berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September 2026.

Ribuan peserta tersebut akan berkompetisi dalam delapan cabang lomba yang terbagi menjadi 24 golongan dan 48 kategori musabaqah. Kompetisi mencakup berbagai bidang keahlian Al-Qur’an, mulai dari tilawah, hafalan, hingga tafsir.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Abu Rokhmad, mengatakan MTQ Nasional menjadi salah satu instrumen pembinaan Al-Qur’an yang menjangkau berbagai kelompok usia.

Menurutnya, penyelenggaraan MTQ dirancang secara inklusif agar dapat diikuti peserta dari berbagai generasi, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

“MTQ Nasional sebagai instrumen pembinaan Al-Qur’an yang inklusif dan menjangkau lintas generasi,” ujar Abu Rokhmad.

MTQ Nasional XXXI resmi dibuka di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, pada Sabtu (12/9/2026) malam. Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.

Menteri Agama Nasaruddin Umar turut hadir dalam pembukaan tersebut bersama sejumlah pejabat pemerintah dan perwakilan daerah. Selain menjadi ajang kompetisi, MTQ Nasional juga menjadi ruang pertemuan kafilah dari berbagai daerah untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan di tengah keberagaman budaya Indonesia.

Penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan pesan inklusivitas melalui cabang ekshibisi Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas sensorik tuli, termasuk penggunaan mushaf Al-Qur’an isyarat. Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin berharap MTQ tidak hanya menjadi kegiatan perlombaan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengumumkan bahwa MTQ Nasional akan diselenggarakan setiap tahun. Dengan kebijakan tersebut, Kemenag tidak lagi menggelar Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) secara bergantian seperti pola penyelenggaraan sebelumnya. Jawa Tengah menjadi tuan rumah MTQ Nasional untuk kedua kalinya setelah pertama kali menyelenggarakan ajang tersebut pada 1979.