Wujudkan QHSE Excellence, PT Tempopress Mining Indonesia Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026

ANP • Thursday, 10 Sep 2026 - 13:44 WIB

JAKARTA - Di industri pertambangan dan logistik berat, produktivitas bukan lagi satu-satunya ukuran keberhasilan. Di balik setiap perjalanan armada, aktivitas pengangkutan, hingga pergerakan material, ada tuntutan untuk memastikan operasi berjalan aman, sehat, efisien, patuh, dan ramah lingkungan.

PT Tempopress Mining Indonesia  (TMI)   menunjukkan bagaimana tantangan tersebut dijawab melalui penerapan Quality, Health, Safety and Environment (QHSE) yang semakin terintegrasi dengan teknologi.

Atas komitmen tersebut, TMI meraih tiga penghargaan dalam ajang Indonesia QHSE for Business Sustainability Awards 2026 (IQSA Awards 2026) yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Penghargaan yang diterima TMI yaitu The Best QHSE Innovation Technology 2026 dan The Best QHSE Compliance & Sustainable in Heavy Logistics Operations 2026. Penghargaan juga diberikan kepada Chief Executive Officer PT Tempopress Mining Indonesia, Rennie Wihardani sebagai The Best QHSE Leadership and Safety Commitment 2026.

Apresiasi tersebut menggambarkan pendekatan TMI yang menempatkan QHSE bukan sekadar urusan administratif, melainkan bagian dari pengendalian operasional dan strategi keberlanjutan.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan TMI adalah sistem 3S, yakni Safety, Standard Operating Procedure (SOP), dan Smart Software. Ketiga unsur tersebut membentuk mata rantai pengendalian yang saling melengkapi.

Safety diwujudkan melalui penerapan safety driving dan target zero incident. SOP memastikan aktivitas operasional memiliki standar yang jelas dan terukur, termasuk pengendalian kecepatan, gear, dan RPM. Sementara smart software memungkinkan aktivitas tersebut dipantau melalui teknologi telematics.

Dengan pendekatan ini, keselamatan tidak hanya bergantung pada pengawasan manual. Data operasional menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, sekaligus membantu perusahaan mengidentifikasi potensi risiko sebelum berkembang menjadi insiden.

Teknologi telematics memungkinkan pemantauan kendaraan dan aset bergerak melalui GPS, sensor, serta integrasi data. Informasi yang dikumpulkan dapat digunakan untuk memantau posisi armada, jam kerja, konsumsi bahan bakar, produktivitas, perilaku pengemudi, hingga geofencing dan pengelolaan rute.

Data tersebut kemudian terhubung dengan dashboard dan sistem berbasis cloud. TMI juga mengembangkan Command Mining Management System/Fleet Management System yang mengintegrasikan informasi armada, aktivitas unit, produksi, keselamatan, dan performa peralatan.

Salah satu fitur pentingnya adalah Safety Report. Sistem dapat mengidentifikasi berbagai pelanggaran keselamatan sekaligus menampilkan tren dan unit yang terlibat. Bahkan, sejumlah safety alarm seperti penggunaan telepon, kelelahan, distraksi, potensi tabrakan, lane departure, dan jarak kendaraan yang terlalu dekat dapat terdeteksi dan dilengkapi bukti foto.

QHSE dalam Satu Sistem Terintegrasi

Digitalisasi juga merambah komunikasi keselamatan. TMI mengembangkan Safety Campaign Analysis Tool berbasis HTML yang memanfaatkan Gemini AI dan OCR untuk menganalisis materi berdasarkan SMKP dan regulasi terkait.

Di sisi lain, HSE System mengintegrasikan tiga aspek sekaligus yaitu Safety, Health, dan Environment. Modul keselamatan mencakup antara lain safety performance, safety lagging indicator, safety accountability program, audit SMKP, pelatihan, kompetensi, insiden, hingga mine permit dan kimper.

Modul kesehatan mencakup health performance, health lagging indicator, fit to work, kelelahan, pemeriksaan kesehatan, drug test, dan lain-lain. Sementara aspek lingkungan mencakup environment performance, environment lagging indicator, pengelolaan limbah, pengendalian debu, penggunaan air, kolam sedimentasi, hingga revegetasi. Kesehatan unit juga diberikan penjadwalan terkait maintenance service unit.

TMI juga menempatkan komitmen manajemen sebagai penggerak untuk mewujudkan HSE excellence. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kebijakan, penyediaan anggaran dan teknologi, evaluasi kinerja, kepatuhan terhadap regulasi, hingga pemanfaatan data untuk perbaikan berkelanjutan.

Komitmen kepemimpinan yang kuat  menjadi fondasi untuk membangun budaya HSE yang proaktif, mempercepat transformasi digital, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, dan mencapai operasi pertambangan yang berkelanjutan.