IMM Jatim Temui Wamen Transmigrasi, Bahas Akademi Politik Daerah 2026

AKM • Wednesday, 9 Sep 2026 - 09:13 WIB
Dewan Pengurus Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Timur menemui Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi di Jakarta,

JAKARTA — Dewan Pengurus Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Timur menemui Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan Akademi Politik Daerah 2026 yang akan digelar IMM Jawa Timur pada Oktober mendatang.

Pertemuan berlangsung di Gedung Makarti, kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, setelah delegasi IMM Jatim mengikuti Tanwir XXXIV IMM. Dalam agenda tersebut, IMM juga mengundang Viva Yoga untuk menjadi salah satu pembicara.

Ketua DPD IMM Jawa Timur Devi Kurniawan mengatakan Akademi Politik Daerah 2026 akan mengangkat tema “Meneguhkan Demokrasi Substantif di Tengah Tantangan Politik Nasional: Pemuda sebagai Pengawal Kebijakan”.

“Tempatnya di Universitas Muhammadiyah Surabaya,” ujar Devi, yang merupakan alumni Universitas Airlangga.

Miliki Peran Penting

Viva Yoga menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai IMM sebagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan Muhammadiyah memiliki peran penting dalam proses kaderisasi dan kontribusi bagi masyarakat.

“Besarnya organisasi ini karena semua dijalankan secara amanah,” kata Viva Yoga. Menurutnya, amanah menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan organisasi sekaligus membangun kepercayaan dengan berbagai pihak.

Ia juga mendorong IMM terus memperluas ruang bagi para kadernya untuk berkiprah di berbagai bidang. Menurut Viva Yoga, kader IMM tidak harus terkonsentrasi pada satu profesi atau posisi tertentu, tetapi dapat berkontribusi sebagai politisi, pengusaha, akademisi maupun profesi lainnya.

“IMM sebagai sumber perkaderan,” ujarnya. Ia berharap kaderisasi yang kuat dapat menjadikan IMM tidak hanya sebagai organisasi mahasiswa, tetapi juga wadah perjuangan, pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Viva Yoga juga mengingatkan organisasi mahasiswa agar tidak memandang kekuasaan sebagai sesuatu yang harus dijauhi. Menurut dia, pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, termasuk organisasi mahasiswa, dapat menjadi mitra dalam menjalankan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Program kerja organisasi bisa disinergikan dengan program-program kerja pemerintah,” katanya.

Menurut Viva Yoga, berbagai program yang dijalankan kementerian dan lembaga pemerintah terbuka untuk disinergikan dengan organisasi masyarakat sepanjang sesuai dengan ketentuan dan tujuan program. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi ruang bagi kader muda untuk berkontribusi sekaligus mengembangkan kapasitas kepemimpinan mereka.