
Semarang — Pemahaman orang tua mengenai nutrisi, kesehatan, stimulasi, dan perkembangan emosional anak menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak masa awal kehidupan.
Hal tersebut menjadi fokus kegiatan Early Life Nutrition 2026: Next Gen(re)parenting yang digelar Kalbe Nutritionals melalui Morinaga di Semarang pada 5 September 2026.
Kegiatan tersebut mengajak orang tua membahas berbagai aspek pengasuhan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari pemenuhan nutrisi hingga stimulasi dan dukungan emosional bagi anak.
Di tengah banyaknya informasi mengenai pola asuh, orang tua kerap menghadapi berbagai pilihan dan pertanyaan terkait kebutuhan anak. Karena itu, kegiatan tersebut menghadirkan sesi edukasi dan diskusi bersama tenaga ahli untuk membahas tantangan yang umum ditemui dalam pengasuhan.
Salah satu sesi utama bertajuk “Fact or Feeling” membahas sejumlah isu yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak, seperti perkembangan otak, kesehatan saluran cerna, risiko alergi, hingga picky eater.
Dokter anak, dr. Hendra Wardhana, Sp.A, mengatakan kebutuhan anak dapat berbeda pada setiap tahap tumbuh kembang sehingga dukungan yang diberikan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.
“Setiap tahap tumbuh kembang anak memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda. Untuk mendukung Si Kecil tumbuh menjadi Future Leader, stimulasi yang tepat perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan nutrisi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya,” kata Hendra.
Menurut dia, orang tua juga perlu memperoleh informasi yang tepat ketika menghadapi kondisi seperti ketidakcocokan terhadap susu sapi maupun masalah picky eater.
Selain aspek kesehatan dan nutrisi, kegiatan tersebut turut membahas pentingnya keterlibatan emosional orang tua dalam mendampingi anak.
Psikolog Indah Sundari Jayanti, S.Psi., M.Psi., mengatakan kecerdasan emosional merupakan salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan sejak dini.
“Kecerdasan emosional merupakan salah satu bekal penting bagi Si Kecil untuk tumbuh menjadi Future Leader. Karena itu, peran orang tua dibutuhkan hadir dan terlibat bukan hanya secara fisik, tetapi secara emosional untuk membantu anak mengenali serta mengelola emosinya,” ujarnya.
Sementara itu, momfluencer Patricia Gouw turut membagikan pengalaman mengenai tantangan dan kekhawatiran yang dihadapi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Patricia menilai dukungan terhadap anak dapat dimulai sejak dini melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi, stimulasi, serta keterlibatan orang tua dalam setiap tahap perkembangan.
Melalui filosofi Beyond Nutrition: Nurturing the Best Today for Tomorrow’s Future Leaders, Morinaga menekankan bahwa dukungan terhadap tumbuh kembang anak tidak hanya berkaitan dengan nutrisi, tetapi juga stimulasi, pengalaman, dukungan emosional, dan lingkungan yang mendukung anak mengeksplorasi potensinya.
Rangkaian Early Life Nutrition 2026 juga menyasar tenaga medis. Kegiatan bagi dokter anak digelar di enam kota di Indonesia, termasuk Semarang pada 6 September 2026, dengan tema “Building a Resilient Foundation to Shape Children’s Brightest Future.”
Dalam rangkaian tersebut turut digelar mini talkshow MoriTalks Podcast yang menghadirkan para ahli untuk membahas berbagai topik seputar nutrisi, stimulasi, kesehatan, dan tumbuh kembang anak.
Melalui rangkaian edukasi bagi orang tua dan tenaga medis tersebut, Morinaga berharap pemahaman mengenai kebutuhan anak sejak dini dapat semakin luas, sehingga orang tua dan tenaga kesehatan dapat memberikan dukungan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang masing-masing anak.