
JAKARTA — Orientasi mahasiswa baru biasanya identik dengan pengenalan lingkungan kampus. Namun, Universitas Ciputra Jakarta menghadirkan pengalaman berbeda melalui kegiatan Selling Day yang menjadi bagian dari rangkaian O-Week 2026.
Digelar di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan, kegiatan tersebut menantang ratusan mahasiswa baru untuk terjun langsung ke dunia bisnis. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi merancang, memproduksi hingga memasarkan produk kepada konsumen.
Sebanyak 20 tenant dengan beragam konsep bisnis hadir dalam kegiatan tersebut. Para mahasiswa mengembangkan produk berdasarkan sejumlah tema, mulai dari Food and Beverage (F&B), Creative, Lifestyle, Hobby, Wellness Active, Creator, hingga Learning.
Campus Director Universitas Ciputra Jakarta, Prof. Christina Eviutami Mediastika, S.T., Ph.D., mengatakan pengalaman berwirausaha sejak awal perkuliahan merupakan bagian dari budaya pendidikan yang dikembangkan Universitas Ciputra.
“Dalam Selling Day ini, mahasiswa baru belajar menemukan peluang, menciptakan nilai, berkolaborasi dalam tim, hingga menawarkan produk kepada konsumen. Inilah wujud nyata pembelajaran entrepreneurship yang kami terapkan sejak day one,” ujarnya kepada Media, Jakarta, Minggu (6/9).
Menurut Christina, mahasiswa tidak harus menunggu hingga lulus untuk mengenal dunia bisnis. Sejak memasuki bangku kuliah, mereka didorong untuk berani melihat peluang, menghasilkan produk, berinteraksi dengan pasar, serta belajar menghadapi respons konsumen secara langsung.
Ia menambahkan, pendidikan kewirausahaan yang diterapkan Universitas Ciputra Jakarta tidak hanya diarahkan untuk mencetak lulusan yang mampu membangun usaha, tetapi juga memiliki integritas, profesionalisme, inovasi, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
" Mahasiswa juga harus memiliki integritas, profesionalisme, inovasi, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat," tambahnya.
Konsep Bisnis dan Riset Pasar
Dalam proses Selling Day, setiap kelompok mahasiswa terlebih dahulu menyusun konsep bisnis dan melakukan riset pasar. Selanjutnya, mereka mengembangkan produk, menentukan strategi pemasaran, mengelola tenant, hingga berhadapan langsung dengan konsumen.
Salah satu mahasiswa baru Program Studi Fashion Design, Fergie Brittany, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut. Bersama timnya, ia mengembangkan antibacterial fabric spray serbaguna yang dapat digunakan pada pakaian, tempat tidur, matras yoga, hingga aman untuk kulit.
“Kami senang karena produk yang kami kembangkan mendapat respons positif dari pengunjung. Bahkan selama acara berhasil terjual hingga 100 pcs lebih pada hari pertama,” kata Fergie.
Bagi mahasiswa baru, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk memahami bahwa membangun sebuah produk tidak berhenti pada tahap produksi. Mereka juga harus memahami kebutuhan konsumen, mengemas produk, menentukan strategi penjualan, membangun komunikasi dengan pelanggan, dan mengevaluasi respons pasar.
Melalui Selling Day, Universitas Ciputra Jakarta menjadikan rangkaian O-Week bukan sekadar kegiatan pengenalan kampus. Mahasiswa baru langsung mendapatkan pengalaman praktis yang diharapkan membentuk pola pikir kewirausahaan sejak awal masa perkuliahan.
Universitas Ciputra sendiri dikenal sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan pendidikan berbasis entrepreneurship. Pendekatan tersebut mengintegrasikan kompetensi akademik dengan entrepreneurial mindset, sehingga mahasiswa didorong untuk mampu melihat peluang, menciptakan inovasi, membangun solusi, dan memberikan dampak bagi masyarakat. Universitas Ciputra Jakarta mulai beroperasi pada September 2026 sebagai bagian dari pengembangan ekosistem Universitas Ciputra di Jakarta.