
JAKARTA — Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Kamrussamad merespons aspirasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan berencana mengajak sejumlah alumni IPB yang kini menduduki posisi strategis di pemerintahan untuk berdialog langsung dengan mahasiswa.
Dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Sabtu (5/9), Kamrussamad mengatakan dialog tersebut penting untuk membuka ruang komunikasi antara mahasiswa dengan para alumni IPB yang saat ini terlibat dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kamrussamad menyebut sejumlah alumni IPB yang akan diajak dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri PPN/Kepala Bappenas Rahmat Pambudi, Kepala BRIN Arif Satria, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Kepala BGN Sudaryono, serta Wakil Menteri Koperasi Faridah.
Selain itu, ia juga berencana mengundang Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Aida Budiman sebagai bagian dari perwakilan alumni IPB yang memiliki posisi strategis di lembaga negara.
Menurut Kamrussamad, kehadiran para alumni tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan dialog untuk mendengarkan secara langsung berbagai kritik, masukan, dan harapan mahasiswa IPB terhadap arah kebijakan pemerintah.
“Semoga mereka alumni semua bersedia hadir karena mereka ikut serta dalam menyusun dan melaksanakan program pemerintahan Presiden Prabowo. Ini juga kesempatan baik untuk menunjukkan komitmen dan keberpihakan terhadap rakyat,” ujar Kamrussamad.
Ia menilai mahasiswa memiliki posisi penting sebagai kelompok intelektual yang dapat memberikan kritik sekaligus menawarkan gagasan terhadap berbagai persoalan bangsa. Karena itu, aspirasi mahasiswa menurutnya perlu didengar secara terbuka dan tidak hanya disampaikan melalui ruang-ruang formal.
Kamrussamad berharap BEM IPB dan Keluarga Mahasiswa (KM) IPB juga bersedia membuka ruang dialog bersama para alumni tersebut. Dengan demikian, kritik dan harapan mahasiswa dapat disampaikan secara langsung, sementara pemerintah dan para pemangku kebijakan memperoleh masukan dari lingkungan akademik.
“Semoga mahasiswa bersedia untuk berdialog,” kata Kamrussamad.
Rencana pertemuan tersebut diharapkan menjadi forum pertukaran gagasan antara mahasiswa dan para alumni IPB yang kini berada di pemerintahan, sekaligus memperkuat komunikasi mengenai kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat.