Aset Tembus Rp5,94 Triliun, Avrist Satukan Empat Lini Bisnis dalam Satu Ekosistem

AKM • Thursday, 3 Sep 2026 - 21:21 WIB
— PT Avrist Assurance membukukan kinerja positif hingga semester I 2026 dengan total aset mencapai Rp5,94 triliun. Pada periode yang sama, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp122,7 miliar

JAKARTA — PT Avrist Assurance membukukan kinerja positif hingga semester I 2026 dengan total aset mencapai Rp5,94 triliun. Pada periode yang sama, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp122,7 miliar dengan tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) sebesar 708,2%.

Capaian tersebut menjadi salah satu pijakan Avrist Group dalam memperkuat strategi bisnis melalui konsep One Avrist Synergy. Strategi ini diarahkan untuk mengintegrasikan empat entitas Avrist yang bergerak di berbagai sektor jasa keuangan.

Keempat entitas tersebut terdiri dari PT Avrist Assurance yang fokus pada asuransi jiwa dan kesehatan, Avrist General Insurance di bidang asuransi umum, Avrist Asset Management yang bergerak pada pengelolaan investasi, serta DPLK Avrist yang menyediakan layanan dana pensiun.

Direktur sekaligus (Pjs.) Presiden Direktur Avrist Assurance, Agus Setiawan, mengatakan pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan layanan yang lebih terintegrasi bagi nasabah. Sinergi antarlini bisnis juga dinilai dapat membuka ruang pengembangan produk dan layanan yang saling melengkapi.

Dari sisi kinerja masing-masing entitas, Avrist General Insurance mencatatkan gross written premium (GWP) sebesar Rp239 miliar dan laba bersih Rp6 miliar hingga Juni 2026.

Sementara itu, Avrist Asset Management mencatatkan dana kelolaan atau Assets Under Management (AUM) sebesar Rp3,56 triliun. Adapun DPLK Avrist mengelola dana sebesar Rp1,3 triliun pada periode yang sama.

Dengan empat lini usaha tersebut, Avrist Group memiliki cakupan layanan yang mencakup kebutuhan proteksi, pengelolaan aset, investasi, hingga persiapan dana pensiun.

Konsep One Avrist Synergy menjadi upaya perusahaan untuk mengoptimalkan potensi bisnis di masing-masing entitas melalui kolaborasi dalam satu ekosistem. Strategi tersebut sekaligus diarahkan agar kebutuhan nasabah dapat dilayani secara lebih menyeluruh, tidak hanya pada aspek perlindungan tetapi juga pengelolaan keuangan jangka panjang.

Di tengah perkembangan industri jasa keuangan yang semakin kompetitif, kemampuan perusahaan dalam mengintegrasikan layanan menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan pertumbuhan. Selain kinerja keuangan, kualitas produk, pelayanan, pengelolaan risiko, serta kemampuan memahami kebutuhan nasabah akan turut menentukan keberlanjutan strategi tersebut.

Avrist menilai sinergi empat entitas dapat menjadi fondasi untuk memperkuat posisi grup di industri jasa keuangan nasional. Melalui integrasi tersebut, perusahaan berupaya membangun ekosistem yang menghubungkan kebutuhan nasabah mulai dari proteksi hingga perencanaan keuangan dan masa pensiun.