
JAKARTA- Sebanyak 100 siswa berprestasi dari keluarga desil 1–4 dikukuhkan sebagai siswa Angkatan 4 SMA Dharma Wanita 1 Pare (Boarding School) melalui prosesi Student Inauguration, Sabtu (29/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kediri dan Putera Sampoerna Foundation (PSF) untuk memperluas akses pendidikan bagi siswa prasejahtera.
Para siswa terpilih telah melalui rangkaian seleksi ketat yang mencakup seleksi administrasi, home visit (survey ke rumah siswa), dan bootcamp. Pengukuhan ini dirangkaikan dengan Seminar Orang Tua, yang menjadi kesempatan bagi siswa untuk bertemu kembali dengan keluarga setelah menjalani dua bulan masa pengenalan dan persiapan akademik di sekolah berasrama.
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Kediri, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, Plt. Kepala Bappeda, jajaran kepala OPD, serta perwakilan PSF. Wakil Bupati Kediri, Ibu Dewi Mariya Ulfa, S.T, menyampaikan pesan agar para siswa terus bersemangat meraih cita-cita.
“Siswa-siswi sekalian tetap harus bersemangat dalam meraih impian karena sudah ada buktinya Angkatan 1 yang telah lolos ke perguruan tinggi dengan beasiswa. Selain itu, peran orang tua sangat penting dalam memberikan dukungan dan motivasi kepada siswa,” tuturnya.
Perwakilan PSF menyatakan komitmen untuk menjaga keberlanjutan tata kelola sekolah berasrama agar SMA Dharma Wanita 1 Pare dapat menjadi model pendidikan yang mencetak generasi pemimpin masa depan. Hanya dengan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan, lahirlah pemimpin generasi masa depan dari Kabupaten Kediri.
“Kami berharap fondasi tata kelola sekolah berasrama yang telah dibangun bersama ini dapat terus dirawat, dikembangkan, dan menjadi model inspiratif sehingga SMA Dharma Wanita 1 Pare senantiasa berkelanjutan dalam mencetak generasi pemimpin masa depan yang mampu mengangkat derajat keluarga dan memutus rantai kemiskinan di Kabupaten Kediri.”
Salah satu siswa Angkatan 4, Saskia Intan Safira, turut menyampaikan testimoni dengan didampingi neneknya. Sejak kecil, Saskia diasuh oleh sang nenek dan hidup bersama kakaknya yang menyandang disabilitas. Kesempatan bersekolah di SMA Dharma Wanita 1 Pare kembali menumbuhkan harapannya untuk melanjutkan pendidikan.
“Saya sempat putus harapan untuk bersekolah karena tidak punya biaya. Namun, semenjak ada SMA Dharma Wanita 1 Pare (Boarding School), saya telah mempersiapkan diri sejak kelas 7 dan berhasil lolos. Saya bercita-cita ingin menjadi seorang jurnalis profesional,” ucap Saskia.
Melalui kolaborasi Pemkab Kediri dan PSF, SMA Dharma Wanita 1 Pare diharapkan terus membuka kesempatan pendidikan bagi siswa berprestasi dari keluarga prasejahtera sekaligus membantu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.