
JAKARTA — Sahid Tour mulai memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus mendorong pola hidup sehat di kalangan alumni haji dan umrah.
Kegiatan perdana tersebut digelar pada Minggu (30/8/2026), dengan titik berkumpul di depan Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta. Para peserta dijadwalkan berkumpul sejak pukul 06.00 WIB, melakukan pemanasan, kemudian berjalan bersama menyusuri kawasan CFD sebelum kembali ke titik awal.
Direktur Sahid Tour, Hari Prakoso, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai agenda olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperbarui dan melengkapi basis data alumni haji dan umrah yang selama ini belum seluruhnya terdokumentasi dengan baik.
Menurut Hari, Sahid Tour memiliki alumni yang berasal dari berbagai periode perjalanan haji dan umrah, termasuk mereka yang bergabung sejak awal 2000-an. Namun, aktivitas pendataan sempat mengalami kendala akibat pandemi Covid-19.
“Yang utama adalah mempererat silaturahmi ant alumni. Kami ingin mengumpulkan kembali alumni yang selama ini mungkin datanya belum terbarui,” ujar Hari dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Ia menjelaskan, pemilihan CFD sebagai lokasi kegiatan dilakukan karena suasananya relatif santai dan terbuka bagi masyarakat. Dengan konsep tersebut, pertemuan alumni tidak selalu dikemas dalam bentuk kegiatan keagamaan, tetapi dapat dipadukan dengan aktivitas olahraga dan interaksi sosial.
“Kalau CFD suasananya lebih umum dan santai. Alumni bisa berjalan bersama, berolahraga, sekaligus bertemu dan berbincang tanpa harus selalu dalam format acara formal,” katanya.
Hari menyebut jumlah alumni Sahid Tour di kawasan Jabodetabek mencapai ribuan orang. Karena itu, kegiatan CFD direncanakan menjadi agenda rutin setiap pekan agar alumni yang belum sempat hadir pada satu kesempatan tetap memiliki peluang mengikuti kegiatan berikutnya.
“Setiap minggu akan kami adakan. Ini baru perdana di Jakarta dan akan kami evaluasi terlebih dahulu,” ujarnya.
Apabila pelaksanaan di Jakarta berjalan baik, konsep serupa rencananya akan dikembangkan ke sejumlah daerah, antara lain Yogyakarta, Solo, Magelang, Semarang, hingga Surabaya.
Selain agenda mingguan, Sahid Tour juga membuka kemungkinan menggelar kegiatan dengan jumlah peserta yang lebih besar setelah proses pendataan alumni dinilai cukup memadai. Salah satu gagasan yang tengah dipertimbangkan adalah kegiatan jalan sehat yang mempertemukan alumni dari berbagai wilayah.
Hari mengatakan konsep kegiatan ke depan juga dapat dilengkapi dengan senam dan kegiatan kesehatan. Dengan demikian, agenda alumni tidak hanya berorientasi pada silaturahmi, tetapi turut memberikan ruang bagi aktivitas fisik.
“Jadi tidak semata-mata tausiah, tetapi juga ada kegiatan kesehatan,” katanya.
Aktivitas Sederhana
Sementara itu, Presiden Direktur Sahid Tour, Hariyadi BS Sukamdani, mengatakan olahraga bersama dipilih karena merupakan aktivitas yang sederhana dan relatif mudah diikuti berbagai kelompok usia.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga didukung akses transportasi publik yang cukup mudah. Peserta dapat menggunakan MRT maupun TransJakarta untuk menuju lokasi kegiatan.
“Ini sarana yang paling mudah dan murah karena cukup dengan berjalan kaki. Akses ke sini juga mudah,” ujar Hariyadi.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 06.00 WIB dengan berkumpul dan melakukan pemanasan. Setelah itu, peserta berjalan bersama sekitar pukul 06.30 WIB dengan rute yang menyesuaikan kondisi kawasan CFD.
Jarak perjalanan diperkirakan sekitar 4,5 kilometer hingga 5 kilometer, sehingga diharapkan masih dapat diikuti oleh para alumni dengan kemampuan fisik yang beragam. Setelah kegiatan berjalan, peserta kembali ke Hotel Grand Sahid Jaya untuk melanjutkan agenda dan sarapan bersama.
Hariyadi menambahkan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi pelengkap bagi aktivitas keagamaan dan pertemuan alumni yang selama ini sudah berlangsung.
Ia menyebut terdapat tiga manfaat yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut, yakni memperkuat silaturahmi, menjaga kesehatan, serta mempertahankan keterhubungan alumni dengan Sahid Tour.
“Pertama tentu menjaga silaturahmi, kedua menjaga kesehatan, dan ketiga dengan sering berkumpul, Sahid Tour juga tetap diingat,” katanya.
Alternatif Baru
Dari sisi alumni, kegiatan perdana tersebut mendapat tanggapan positif. Salah seorang alumni haji dan umrah Sahid Tour, H. Pudwi, menilai kegiatan yang memadukan olahraga dan silaturahmi memberikan alternatif baru bagi para alumni untuk tetap terhubung.
Menurut dia, hubungan antara alumni dengan Sahid Tour telah berlangsung cukup lama. Sejumlah alumni bahkan masih aktif mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan.
Ia menilai konsep CFD memberikan suasana berbeda dibandingkan pertemuan alumni yang biasanya lebih banyak diisi kegiatan keagamaan. Dengan adanya olahraga bersama, peserta memiliki ruang untuk berinteraksi secara lebih informal.
“Kalau kumpul alumni haji dan umrah biasanya identik dengan pengajian. Kali ini ada olahraga, silaturahmi, dan kegiatan lainnya,” ujar Pudwi.
Dalam kesempatan tersebut, Sahid Tour juga memperkenalkan program Sahid Connection, yang menjadi salah satu fasilitas bagi alumni. Program tersebut memberikan fasilitas diskon bagi pemegang kartu ketika menginap maupun menggunakan layanan restoran di jaringan Sahid. program tersebut juga akan disosialisasikan kepada para alumni dalam rangkaian kegiatan yang digelar ke depan.
Melalui kegiatan CFD yang direncanakan berlangsung secara rutin, Sahid Tour berharap jejaring alumni yang selama ini tersebar di berbagai wilayah dapat kembali terhubung. Pendataan yang lebih tertata juga diharapkan menjadi dasar untuk menyusun kegiatan bersama dalam skala yang lebih besar pada masa mendatang.
Dengan demikian, CFD tidak hanya menjadi aktivitas olahraga akhir pekan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan informal bagi komunitas alumni haji dan umrah Sahid Tour.