UC Jakarta Resmi Hadir, Bawa Pendidikan Entrepreneurship Lebih Dekat dengan Dunia Industri

AKM • Saturday, 29 Aug 2026 - 14:48 WIB
Didampingi Pejabat  Yayasan dan Universitas Cipurtra Secara Resmi Dikukuhkan Prof. Christina Eviutami Mediastika, S.T., Ph.D. sebagai Campus Director dan Winarto Poernomo, S.E., M.M. sebagai Vice Campus Director for Operational Affairs.

JAKARTA — Universitas Ciputra (UC) memperluas kiprahnya dalam pendidikan berbasis entrepreneurship dengan menghadirkan Universitas Ciputra Jakarta (UC Jakarta) yang mulai beroperasi pada September 2026.

Setelah lebih dari 20 tahun mengembangkan pendidikan entrepreneurship di Surabaya, kehadiran UC Jakarta diarahkan untuk mempertemukan pendidikan akademik dengan pengalaman praktis, jejaring profesional, serta dinamika dunia bisnis dan industri di ibu kota.

Momentum tersebut ditandai dengan pengukuhan pimpinan UC Jakarta pada 29 Agustus 2026. Prof. Christina Eviutami Mediastika, S.T., Ph.D. dipercaya sebagai Campus Director, sementara Winarto Poernomo, S.E., M.M. menjabat Vice Campus Director for Operational Affairs.

Rektor Universitas Ciputra Prof. Wirawan E.D. Radianto mengatakan UC Jakarta dibangun dengan membawa pengalaman lebih dari dua dekade, namun tetap disesuaikan dengan karakter ekosistem Jakarta yang dinamis.

“Universitas Ciputra Jakarta dibangun dengan membawa pengalaman dan fondasi yang telah dikembangkan Universitas Ciputra selama lebih dari dua dekade. Namun, kami juga melihat bahwa setiap ekosistem memiliki karakter yang berbeda,” ujarnya.

Menurut Wirawan, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan perubahan dunia kerja menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, terus belajar, dan menciptakan nilai.

Konsep entrepreneurship di UC tidak hanya diarahkan untuk membangun bisnis, tetapi juga membentuk pola pikir dalam melihat peluang, mengambil inisiatif, menciptakan solusi, dan menghasilkan nilai.

Dipimpin Perempuan dan Dekat dengan Industri

Pengukuhan Prof. Christina menjadi bagian penting dalam pembukaan UC Jakarta. Ia tercatat sebagai perempuan pertama yang memimpin UC Jakarta.

Akademisi dan profesor di bidang akustika arsitektur tersebut memiliki pengalaman akademik dan penelitian internasional, termasuk sebagai research fellowvisiting professor, serta assessor FIBAA dan ACQUIN.

Christina mengatakan UC Jakarta akan menjadi ruang belajar yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman bukan hanya dari kelas, tetapi juga dari persoalan nyata di masyarakat dan dunia profesional.

“Entrepreneurship bukan hanya tentang mendirikan bisnis, tetapi tentang cara berpikir untuk melihat peluang, menciptakan solusi, berani mengambil inisiatif, dan memberikan dampak,” katanya.

UC Jakarta hadir di kawasan Ciputra International dengan gedung twin tower 16 lantai berkapasitas hingga 10.000 mahasiswa. Kampus tersebut dilengkapi auditorium, perpustakaan dan ruang collaborative learningthematic learning pods, Limbo Photo Studio Lab, serta Integrated Kitchen and Restaurant Lab.

Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung pembelajaran, kolaborasi, praktik, dan pengembangan proyek mahasiswa.

12 Talenta Muda Industri Hiburan Bergabung

Kehadiran UC Jakarta juga menarik perhatian 12 talenta muda dari industri hiburan. Sejumlah di antaranya memperoleh Multiple Intelligence Scholarship, yang memberikan apresiasi terhadap prestasi dan potensi mahasiswa di luar bidang akademik.

Mereka berasal dari beragam bidang seperti akting, modeling, musik, olahraga, hingga industri kreatif.

Di antaranya terdapat Adnanda Sj Immanuel Londok, Angelina Josie Croise, dan Emiliano Fernando Cortizo yang telah memiliki pengalaman profesional sejak usia muda.

UC Jakarta memandang pengalaman tersebut sebagai modal untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa menjadi lebih luas. Melalui pendekatan Multiple Intelligence, potensi seni, olahraga, kreativitas, kepemimpinan, dan bidang lainnya ditempatkan sebagai bagian dari kecerdasan yang dapat dikembangkan.

Christina menilai para talenta muda tersebut tidak datang sebagai “lembaran kosong” karena telah memiliki pengalaman, disiplin, jejaring, dan pemahaman dunia profesional.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat dikembangkan menjadi kemampuan menciptakan sesuatu yang lebih besar dan berkelanjutan.

Konsep ini juga membuka peluang bagi talenta industri kreatif untuk mengembangkan diri dari sekadar talent menjadi creator dan entrepreneur, termasuk membangun personal brand, produk, proyek kreatif, hingga bisnis.

Dengan mulai beroperasi pada September 2026, UC Jakarta menargetkan diri bukan sekadar menjadi kampus baru, tetapi ruang pertemuan antara pendidikan, dunia profesional, bisnis, teknologi, dan kreativitas.

Kehadiran kampus tersebut sekaligus menegaskan strategi Universitas Ciputra memperluas dampak pendidikan entrepreneurship dengan mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya mampu mengikuti perubahan industri, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menciptakan peluang dan membentuk masa depan industri.