Bahasa Indonesia Makin Mendunia, 542 Warga Asing dari 79 Negara Ramaikan Festival Handai 2026

AKM • Saturday, 22 Aug 2026 - 06:15 WIB
Sebanyak 542 warga negara asing dari 79 negara mengikuti Festival Handai Indonesia 2026, ajang yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)

JAKARTA — Bahasa Indonesia semakin menunjukkan daya tarik di tingkat internasional. Sebanyak 542 warga negara asing dari 79 negara mengikuti Festival Handai Indonesia 2026, ajang yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengapresiasi warga asing yang mempelajari bahasa sekaligus mengenal budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, mengatakan Festival Handai Indonesia menjadi ruang bagi para pembelajar bahasa Indonesia untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan masyarakat internasional.

“Festival Handai Indonesia adalah ajang apresiasi bagi para handai Indonesia, yaitu warga negara asing yang mampu berbahasa Indonesia serta memahami peradaban, masyarakat, dan kebudayaan Indonesia,” ujar Hafidz dalam Apresiasi Handai Indonesia 2026 di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Festival yang telah memasuki penyelenggaraan ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2020 itu menghadirkan lima kategori lomba, yakni bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi. Peserta mengikuti proses seleksi secara bertahap, mulai dari pengiriman karya secara daring hingga babak final yang digelar secara langsung di Jakarta.

Dari ratusan peserta yang mendaftar, dewan juri kemudian memilih 25 finalis dari 21 negara. Mereka berasal dari berbagai kawasan, antara lain Australia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Mesir, Nigeria, Palestina, Timor Leste, Uzbekistan, hingga Republik Demokratik Kongo.

Hafidz menilai tingginya jumlah negara peserta menunjukkan minat terhadap bahasa Indonesia terus berkembang. Bahkan, jumlah negara yang mengikuti festival tahun ini melampaui cakupan negara yang saat ini telah menyelenggarakan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), yang tercatat mencapai 62 negara.

“Hal ini menunjukkan tingkat peminat terhadap Bahasa Indonesia semakin besar dan tersebar di seluruh benua,” kata Hafidz.

Jadi Jembatan Diplomasi

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menilai penguatan bahasa Indonesia di luar negeri tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi kebudayaan dan persahabatan antarnegara.

Menurut Mu'ti, istilah “Handai” memiliki makna kawan atau teman. Namun, para pembelajar bahasa Indonesia yang disebut Handai Indonesia memiliki posisi lebih dari sekadar teman karena diharapkan menjadi sahabat yang ikut memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

“Handai Indonesia bukan sekadar kawan atau teman. Handai Indonesia adalah sahabat baik Indonesia,” ujar Mu'ti.

Ia berharap para pembelajar bahasa Indonesia dapat menjadi bagian dari jejaring masyarakat internasional yang mengenalkan Indonesia, mulai dari bahasa, budaya hingga kehidupan masyarakatnya.

“Saudara-saudara adalah duta-duta persahabatan yang akan membawa Indonesia ke seluruh penjuru dunia,” katanya.

Selain Festival Handai Indonesia, Kemendikdasmen juga menutup program Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat. Program tersebut diikuti duta besar, diplomat, dan perwakilan organisasi internasional yang bertugas di Jakarta.

Kelas yang berlangsung sejak 15 September 2025 hingga 31 Mei 2026 itu diselenggarakan secara luring dan daring dengan pilihan pembelajaran 50 jam dan 100 jam. Dari 181 pendaftar yang berasal dari 67 perwakilan negara dan organisasi internasional, sebanyak 63 peserta menyelesaikan program 50 jam, sedangkan 42 peserta menuntaskan program 100 jam.

Penguatan diplomasi kebahasaan ini dinilai membutuhkan dukungan lintas lembaga. Badan Bahasa Kemendikdasmen pun mengapresiasi kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Pusat Pendidikan dan Pelatihan, serta perwakilan RI di berbagai negara.

Dengan semakin luasnya peminat bahasa Indonesia, Festival Handai Indonesia diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat hubungan antarmasyarakat dunia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui bahasa.