
ROKAN HULU, RIAU — Sampah organik rumah tangga di Desa Bangun Purba Timur Jaya, Kabupaten Rokan Hulu, mulai diubah menjadi sumber daya produktif oleh 12 keluarga peternak melalui budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot.
Inovasi tersebut menghasilkan panen perdana sekitar 10 kilogram maggot pada 20 Agustus 2026. Hasil panen kemudian dimanfaatkan sebagai pakan tambahan untuk ayam kampung dan ikan air tawar yang dipelihara warga.
Program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pasir Pengaraian (UPP) yang didukung pendanaan 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program diketuai Dr. Hendry Kurniawan, M.M., bersama Erik Estrada, S.E., M.M., dan Ikhsan Gunawan, S.P., M.MA., serta melibatkan mahasiswa UPP. Mitra kegiatan adalah Kelompok Bersama Ternak Rumahan Jaya yang diketuai Ahmad Munjur.
Sebelum panen, tim memberikan pelatihan pengelolaan sampah organik dan budidaya maggot pada 17 Juli 2026. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman peserta meningkat dari 55,8 persen menjadi 90,4 persen setelah pelatihan.
“Kami ingin membuktikan bahwa sampah organik rumah tangga yang selama ini dianggap masalah sebenarnya bisa menjadi solusi sekaligus aset ekonomi bagi keluarga peternak,” ujar Hendry.
Budidaya dilakukan secara kolektif menggunakan satu unit Magobox dan kandang BSF. Setiap keluarga mengumpulkan sampah organik dari lingkungan masing-masing untuk kemudian dikelola bersama melalui kelompok.
Ketua kelompok Ahmad Munjur mengatakan program tersebut mulai memberikan manfaat nyata bagi anggota.
“Dulu sampah dapur cuma dibuang, sekarang malah jadi pakan tambahan yang bikin biaya pakan ayam dan ikan kami turun. Uangnya bisa dipakai untuk kebutuhan lain,” katanya.
Tim UPP masih melanjutkan pendampingan untuk memastikan teknologi biokonversi dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan oleh kelompok. Program ini diharapkan mampu mengurangi persoalan sampah sekaligus menekan biaya pakan dan membuka peluang ekonomi baru bagi keluarga peternak.