Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Perkuat SDM hingga Inovasi Pengumpulan ZIS Nasional

ANP • Friday, 21 Aug 2026 - 06:48 WIB

JAKARTA -Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) hingga inovasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah nasional dalam forum Pra-Rakornas Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi secara daring yang diikuti seluruh pimpinan BAZNAS daerah pada Kamis (20/8/2026).

Penguatan tata kelola zakat nasional tersebut berfokus pada lima pilar utama penyempurnaan, mulai dari peningkatan SDM, perluasan kolaborasi, penciptaan terobosan inovasi, pemaksimalan mobilisasi dana melalui lima direktorat, hingga penunaian amanah melalui pendistribusian dan pemberdayaan.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menekankan pentingnya eksekusi langkah-langkah strategis pembenahan lembaga demi memaksimalkan kinerja pengelolaan dana ZIS di seluruh Indonesia.

"Jadi kita evaluasi capaian semester 1 2026, kemudian atas dasar evaluasi itu, kita melakukan langkah-langkah penyempurnaan," jelas Sodik Mudjahid saat memberikan arahan evaluasi kinerja lembaga kepada seluruh peserta rapat koordinasi.

Lebih lanjut, ia menambahkan seluruh capaian kinerja pengumpulan hingga pendistribusian selama semester pertama harus dievaluasi secara terukur sebagai pedoman pelaksanaan Program Strategis BAZNAS 2026–2031 pada paruh kedua tahun ini.

"Penting hari ini yang terus menggelar acara-acara persiapan Rakornas agar nanti efektif, dan khusus tema hari ini adalah kita melakukan evaluasi, agar kita tahu persis posisi kita saat ini untuk melangkah kepada sisa waktu kita semester kedua tahun 2026 ini," ujar Sodik.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah, Hj. Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan forum konsolidasi daring yang diikuti 565 pimpinan BAZNAS daerah ini diselenggarakan sebagai persiapan teknis menuju Rakornas BAZNAS mendatang di Jakarta pada 6–9 Oktober 2026.

Saidah turut memaparkan rekam jejak keberhasilan program pemberdayaan BAZNAS dalam menekan angka kemiskinan nasional berbasis data capaian historis tahun sebelumnya.

"Dalam rangka pengentasan kemiskinan, kita pada tahun lalu sudah bisa mengentaskan 302.994 mustahik atau naik 5,84 persen year-on-year, di antaranya 131.952 jiwa dari miskin ekstrem serta berhasil mengubah status 15.649 orang dari mustahik menjadi muzaki," ungkap Saidah.