.jpg)
DEPOK — Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan, bersama Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, meninjau fasilitas manufaktur healthcare PT Bayer Indonesia di Cimanggis, Depok, Selasa (18/8/2026).
Kunjungan delegasi Jerman ini bertujuan memperkuat kemitraan bilateral di bidang transisi energi terbarukan sekaligus menyaksikan langsung produksi Multiple Micronutrient Supplements (MMS) untuk kesehatan ibu dan anak.
Menteri Federal Jerman, Reem Alabali Radovan, menyampaikan bahwa Bayer Indonesia Pabrik Cimanggis kunjungan Menteri Jerman ini menjadi cerminan nyata dari investasi berkelanjutan yang memberikan dampak positif lintas sektor.
"Fasilitas Bayer di Cimanggis menunjukkan bagaimana inovasi dapat memajukan energi terbarukan, memperkuat industri lokal, dan memperluas kapasitas manufaktur kesehatan," ujar Reem Alabali Radovan, Selasa (18/8/2026).
Dukung Dekarbonisasi Lewat Panel Surya
Fasilitas manufaktur ekspor yang melayani lebih dari 42 negara ini menerapkan transisi energi hijau melalui pengoperasian instalasi panel surya atap seluas 1,66 hektare berkapasitas 2.054 kWp.
Instalasi surya terbesar di industri farmasi multinasional Indonesia tersebut mampu menyuplai 43 persen kebutuhan listrik pabrik serta mengurangi emisi hingga 2.073 ton CO₂ per tahun.
Produksi 1,2 Miliar Tablet MMS untuk Ibu Hamil
Di sektor kesehatan, Bayer mengucurkan investasi Rp99 miliar untuk fasilitas R&D dan lini produksi MMS berstandar UNIMMAP.
Langkah ini diapresiasi oleh Wamenkes RI, Dante Saksono Harbuwono, guna menyokong program prioritas nasional penanganan tengkes (stunting):
Kapasitas Produksi: Mencapai 1,2 miliar tablet MMS per tahun dalam kemasan botol dan blister.
Kandungan Suplemen: Mengandung 15 vitamin dan mineral esensial untuk kesehatan prenatal.
Target Nasional: Mendukung pemenuhan gizi bagi 4,9 juta ibu hamil setiap tahunnya di Indonesia.
Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis, Priscilla Silvan Praritza, menegaskan komitmen Bayer untuk terus menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur produk kesehatan esensial yang andal bagi pasar domestik maupun global.